
YOGYAKARTA, RC – Pemerintah Kabupaten Morowali memperkuat kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) aparatur sipil negara (ASN).
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama tentang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat serta Perjanjian Kerja Sama penyusunan Kajian Analisis Potensi Investasi PT Nusantara Morowali (Perseroda) Tahun 2026.
Penandatanganan berlangsung di Ruang Sidang Gedung Departemen Manajemen dan Kebijakan Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) UGM, Kamis (24/9/2026).
Mewakili Bupati Morowali, Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Setda Morowali Afridin mengatakan, kerja sama tersebut tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan administratif, tetapi menjadi langkah memperluas kolaborasi Pemkab Morowali dengan perguruan tinggi.
Dilansir dari laman Pemkab Morowali, Afridin menyebut UGM memiliki kapasitas keilmuan dan sumber daya akademik yang dapat mendukung pemerintah daerah dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan, termasuk peningkatan kualitas aparatur.
“Intinya, sumber daya aparatur di Kabupaten Morowali harus ditingkatkan. Membangun sumber daya manusia membutuhkan waktu, sementara perkembangan hilirisasi pertambangan di Morowali saat ini cukup besar dan belum sepenuhnya berbanding lurus dengan ketersediaan sumber daya manusia,” ujarnya.
Ia mengatakan, peningkatan kualitas SDM menjadi semakin penting seiring pesatnya perkembangan Morowali sebagai kawasan industri dan pusat aktivitas investasi.
Pemkab Morowali selama ini juga memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas pendidikan masyarakat melalui program bantuan pendidikan. Bantuan tersebut mencapai Rp12 juta per mahasiswa setiap tahun, dengan jumlah pendaftar sekitar 4.044 mahasiswa.
Namun, peningkatan kualitas masyarakat, kata Afridin, perlu diikuti dengan penguatan kapasitas aparatur pemerintah. ASN dituntut mampu memberikan pelayanan publik yang semakin profesional seiring meningkatnya kebutuhan dan harapan masyarakat.
Karena itu, Pemkab Morowali mulai menjajaki penyusunan roadmap kerja sama dengan UGM yang diarahkan pada pengembangan kompetensi ASN, kepemimpinan, kemampuan teknis dan manajerial, inovasi pelayanan publik, serta penguatan tata kelola pemerintahan.
“Harapannya kerja sama ini dapat diperluas, termasuk membuka peluang pengembangan kapasitas aparatur melalui pendidikan dan penguatan kompetensi sesuai kebutuhan pembangunan daerah,” katanya.
Selain penguatan SDM ASN, kerja sama dengan UGM juga mencakup kajian analisis potensi investasi PT Nusantara Morowali (Perseroda) Tahun 2026. Kajian tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu dasar dalam melihat peluang pengembangan investasi yang dapat mendukung pembangunan daerah.
Pertemuan Pemkab Morowali dan UGM juga membahas fondasi pembangunan SDM ASN untuk mendukung visi Morowali yang maju, mandiri dan berkeadilan.
Pemkab Morowali menilai perubahan tata kelola pemerintahan membutuhkan dukungan aparatur yang mampu beradaptasi dengan perkembangan daerah. Pertumbuhan ekonomi, industrialisasi, investasi dan meningkatnya tuntutan pelayanan publik dinilai membutuhkan birokrasi yang semakin kompeten dan responsif.
Dari pihak Pemkab Morowali, kegiatan tersebut dihadiri Afridin, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Emil Monto, Kabag Ekonomi dan Sumber Daya Alam Anwar Saimu, Kabag Tata Pemerintahan Muhammad Ridwan, serta tim teknis.
Sementara dari UGM hadir sejumlah akademisi dan peneliti, di antaranya Novi Paramita Dewi, Dr. Nunuk Dwi Retnandari, Rizky Dwi Lestari, Lutfi Untung A., dan Gian Anggraeni.
Kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi berkembang menjadi program konkret untuk meningkatkan kapasitas SDM, memperkuat tata kelola pemerintahan, serta mendukung pengembangan potensi ekonomi dan investasi di Kabupaten Morowali.