FOTO/DISKOMINFO SIGI

Sekolah Rakyat di Sigi Bakal Dibangun 4 Lantai, Tampung 2.500 Siswa

Terbit : 29 September 2026
Font +
Font -

SIGI, RC – Pemerintah Kabupaten Sigi terus mendorong peningkatan akses pendidikan sebagai salah satu upaya memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Salah satu langkah yang disiapkan yakni pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Desa Pombewe, Kecamatan Sigi Biromaru.

Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat tersebut masih menunggu sejumlah rekomendasi teknis, terutama terkait aspek keselamatan penerbangan karena lokasi pembangunan berada tidak jauh dari jalur operasional Bandara Internasional Mutiara Sis Al-Jufrie Palu.

Meski demikian, rencana pembangunan SR di Sigi mendapat dukungan tambahan dari pemerintah pusat. Jika sebelumnya direncanakan dua lantai, bangunan sekolah tersebut kini dirancang menjadi empat lantai.

“Insyaallah Sekolah Rakyat di sini ada empat lantai,” ujarnya dilansir dari laman Diskominfo Sigi.

Menurut Rizal, Sekolah Rakyat tersebut nantinya diproyeksikan mampu menampung sekitar 2.500 siswa secara bertahap. Program itu diharapkan dapat memperluas akses pendidikan, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Selain persoalan pendidikan, pemerintah daerah juga menaruh perhatian terhadap kemiskinan, stunting, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Rizal menilai pendidikan merupakan salah satu instrumen penting untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Karena itu, anak-anak dari keluarga kurang mampu perlu mendapatkan kesempatan dan akses pendidikan yang memadai.

Ia juga menyebut pengalaman pelaksanaan program Sekolah Rakyat menunjukkan bahwa anak-anak dari keluarga prasejahtera memiliki potensi akademik yang tidak kalah dibandingkan peserta didik lainnya ketika mendapatkan dukungan pendidikan yang baik.

Berbagai capaian siswa, termasuk dalam penguasaan bahasa asing, menurut Rizal menjadi salah satu bukti bahwa kondisi ekonomi keluarga tidak menentukan kemampuan akademik seorang anak.

“Masyarakat Sigi yang kurang mampu tidak kalah secara akademik. Mereka hanya membutuhkan kesempatan dan akses pendidikan yang lebih baik,” pungkasnya.

Berita ini telah dibaca 4 kali
Font +
Font -
cross