Asah Keterampilan Warga Binaan, Lapas Kolonodale Kembangkan Budidaya Hidroponik

Terbit : 5 November 2025
Font +
Font -

MORUT, RC - Guna mendukung program ketahanan dan kemandirian pangan sekaligus meningkatkan keterampilan Warga Binaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Kolonodale mengembangkan budidaya hidroponik di lingkungan Lapas.

Dengan memanfaatkan lahan terbatas di area pembinaan, Lapas Kolonodale berhasil mengembangkan sistem pertanian modern berbasis hidroponik yang efisien dan ramah lingkungan.

Saat ini Lapas Kolonodale telah memiliki 10.800 netpot yang terus beroperasi. Berbagai sayuran. seperti pakcoy, samhong, dan selada tumbuh subur di media tanam tanpa tanah ini, menunjukkan hasil panen yang konsisten dari waktu ke waktu.

Kepala Lapas Kolonodale, Bambang Hari Widodo menjelaskan program ini tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga keberlanjutan produksi dan peningkatan kapasitas Warga Binaan.

“Kami ingin menjadikan kegiatan ini sebagai pembinaan yang berkelanjutan di mana Warga Binaan tidak hanya belajar bertani, tetapi juga memahami prinsip ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan,” ujarnya dilansir dari ditjenpas.go.id.

Hasil panen dari budidaya hidroponik ini dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dapur Lapas Kolonodale sekaligus menjadi produk hasil pembinaan yang bernilai ekonomi yang dipasarkan kepada masyarakat sekitar Lapas.

Bahkan, sayuran hidroponik tersebut telah menyuplai kebutuhan sayuran pada dapur perusahaan smelter nikel di Morowali Utara.

Salah satu Warga Binaan mengungkapkan rasa bangganya dapat terlibat langsung dalam kegiatan hidroponik tersebut.

“Awalnya saya tidak tahu apa-apa tentang bertani, apalagi hidroponik. Setelah ikut kegiatan ini, saya jadi paham cara menanam sayur dengan cara modern. Saya senang karena hasil kerja kami bisa bermanfaat untuk dapur Lapas dan dijual ke masyarakat,” tuturnya.

Berita ini telah dibaca 15 kali
Font +
Font -
cross