FOTO: DKISP BANGGAI

Atasi Kelangkaan, Mendagri Dukung Bupati Banggai Bangun Pabrik Pupuk

Terbit : 5 June 2023
Font +
Font -

Banggai, RC - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mendukung penuh rencana Bupati Banggai, Amiruddin untuk membangun pabrik pupuk dan penambahan jaringan gas rumah tangga di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Dikutip dari laman banggaikab.go.id, mantan Kapolri itu berjanji akan memfasilitasi. Bupati Amirudin diminta untuk menyiapkan konsep dan data-data pendukung yang nantinya akan dipresentasikan di kementerian terkait.

“Nanti kita undang semua (menteri terkait) supaya mereka diyakinkan bahwa kalau dibangun, (pabrik) pupuk itu akan menguntungkan negara, menguntungkan rakyat,” ucapnya saat menghadiri panen raya di Desa Mantawa, Kecamatan Toili Barat, Kamis (1/6/2023).

Tito Karnavian,Mendagri,Panen Raya,Padi,Pertanian,Pupuk,Langka,Petani,Pabrik,Amonia,Gas Alam,Produktivitas,Produksi,ESDM,Energi,Banggai,Sulawesi Tengah,Penghasil,Impor,LPG

Banggai Penghasil Amonia Terbesar

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Amirudin menyampaikan permasalahan terkait ketersedian pupuk yang kurang memadai dan kerap dikeluhkan oleh para petani.

Mengatasi kelangkaan pupuk tersebut, dirinya ingin memanfaatkan amonia hasil produksi industri gas alam dengan membangun pabrik pupuk di Kabupaten Banggai.

“Bahkan target saya ketika awal-awal jadi bupati, saya ingin 10 ton (produksi padi) per hektare, tetapi sampai saat ini belum dapat tercapai karena terkendala ketersediaan pupuk. Kabupaten Banggai termasuk penghasil amonia terbesar, oleh sebab itu, mudah-mudahan dengan dorongan bapak menteri, amonia yang ada ini bisa dibuat pabrik pupuk,” bebernya.

Jaringan Gas Rumah Tangga Masih Minim

Selain itu, sebagai daerah penghasil migas, Bupati juga melaporkan bahwa jumlah sambungan jaringan gas (jargas) untuk rumah tangga di Banggai masih minim. Sampai saat ini, jaringan yang terpasang di rumah-rumah warga baru sekitar 10.500 rumah tangga.

“Kita mengusulkan ke Kementerian ESDM untuk menambah 40.000 rumah tangga, sehingga sampai masyarakat perkotaan bisa mendapatkan gas. Kalau ini bisa kita dapatkan, Insyaallah kita tidak akan ketergantungan dengan elpiji, karena sampai saat ini elpiji kita masih impor,” ujarnya.

Mendagri pun menyambut positif rencana tersebut. “Ini harus kita suarakan, dan akan saya suarakan nanti. Dan kalau seandainya nggak tembus, bila perlu saya akan menghadap bapak presiden,” kata Tito.(net)

Berita ini telah dibaca 13 kali
Font +
Font -
cross