
TOLITOLI, RC – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tolitoli menghadiri kegiatan pemusnahan barang bukti perkara pidana yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) di halaman Kejaksaan Negeri Tolitoli, Rabu (29/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antar Aparat Penegak Hukum (APH) dalam mendukung sistem peradilan pidana yang terpadu.
Barang bukti yang dimusnahkan meliputi narkotika, senjata tajam, alat hisap sabu, kabel, serta sejumlah barang bukti lain yang telah memiliki putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap. Pemusnahan dilakukan sebagai bentuk pelaksanaan putusan pengadilan sekaligus memastikan barang bukti tidak lagi disalahgunakan.
Kepala Lapas Tolitoli, Mansur Yunus Gafur, mengatakan kehadiran Lapas dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan seluruh aparat penegak hukum.
"Sinergi yang kuat antar Aparat Penegak Hukum menjadi fondasi penting dalam mewujudkan sistem peradilan pidana yang terpadu. Lapas Tolitoli akan terus mendukung setiap bentuk kerja sama yang memperkuat koordinasi, profesionalisme, serta integritas dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan," ujarnya dilansir dari laman Ditjenpas.
Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Tolitoli, Ibnu Firman Ide Amin, menjelaskan bahwa pemusnahan barang bukti merupakan bagian dari pelaksanaan kewenangan Kejaksaan setelah perkara memperoleh kekuatan hukum tetap.
"Pemusnahan barang bukti ini merupakan bagian dari pelaksanaan tugas dan kewenangan Kejaksaan setelah perkara memperoleh kekuatan hukum tetap. Kami mengapresiasi dukungan dan sinergi seluruh Aparat Penegak Hukum, termasuk Lapas Tolitoli, sehingga pelaksanaan penegakan hukum dapat berjalan secara terpadu, transparan, dan akuntabel," katanya.
Kepala Urusan Umum Lapas Tolitoli, Widi Prasetiyo, menambahkan bahwa koordinasi lintas instansi menjadi faktor penting dalam mendukung efektivitas pelaksanaan tugas pemasyarakatan. Menurutnya, partisipasi aktif dalam kegiatan bersama aparat penegak hukum dapat memperkuat komunikasi dan kerja sama dalam menjalankan tugas secara profesional.
Keikutsertaan Lapas Tolitoli dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap penegakan hukum yang efektif, transparan, dan berintegritas melalui sinergi yang berkelanjutan dengan seluruh aparat penegak hukum.