FOTO/BBPOM PALU

BBPOM Palu Gelar Simulasi Bencana, Pegawai Dilatih Hadapi Situasi Darurat

Terbit : 1 September 2026
Font +
Font -

PALU, RC – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Palu memperkuat budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bagi seluruh pegawai melalui sosialisasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) serta simulasi tanggap bencana.

Kegiatan yang digelar Senin (31/8/2026) tersebut juga menjadi langkah BBPOM Palu meningkatkan kesiapsiagaan pegawai menghadapi kondisi darurat, terutama karena Kota Palu termasuk wilayah yang memiliki potensi risiko bencana.

Kepala BBPOM Palu, Musthofa Anwari, mengatakan penerapan K3 tidak cukup hanya dengan memastikan tidak terjadi kecelakaan kerja. Menurutnya, budaya keselamatan harus menjadi bagian dari kebiasaan setiap pegawai, termasuk memiliki kewaspadaan dan kemampuan menghadapi situasi darurat.

“Keberhasilan membangun budaya K3 tidak sekadar diukur dari nihilnya kasus kecelakaan kerja, melainkan dari sejauh mana kesiapsiagaan dan kewaspadaan melekat pada diri setiap pegawai,” ujarnya dilansir dari laman BBPOM Palu.

Musthofa menekankan kesiapsiagaan perlu dibangun sebelum bencana terjadi. Hal itu dinilai penting karena lingkungan kerja BBPOM memiliki aktivitas yang berkaitan dengan laboratorium serta pengawasan obat dan makanan yang membutuhkan penerapan prosedur keselamatan secara konsisten.

Dalam kegiatan tersebut, materi K3 disampaikan Rifai dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sulawesi Tengah. Ia membawakan materi mengenai dasar K3 dan penerapan SMK3.

Sementara materi mitigasi bencana disampaikan Melianty Tanduk Allo Biyang dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah.

Tidak hanya menerima materi, para pegawai juga mengikuti simulasi tanggap bencana yang dipandu tim BPBD Sulteng. Simulasi mencakup tata cara evakuasi mandiri ketika terjadi guncangan serta teknik pertolongan pertama bagi korban.

Pelatihan tersebut diharapkan membuat pegawai tidak hanya memahami teori keselamatan kerja, tetapi juga mampu mengambil tindakan yang tepat ketika terjadi keadaan darurat di lingkungan kantor.

BBPOM Palu berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat budaya K3 dalam aktivitas sehari-hari sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif.

Penguatan keselamatan kerja tersebut diharapkan turut mendukung peningkatan kualitas pelayanan BBPOM kepada masyarakat di Sulawesi Tengah.

Berita ini telah dibaca 8 kali
Font +
Font -
cross