Belajar dari Keteladanan Nabi, Safri Dorong Kekayaan Alam Sulteng untuk Kemaslahatan Rakyat

Terbit : 25 August 2026
Font +
Font -

PALU, RC — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak boleh berhenti sebagai ritual tahunan tanpa makna sosial. Ketua Fraksi PKB DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri, mengatakan keteladanan Rasulullah dalam kepemimpinan memiliki relevansi kuat dengan persoalan pengelolaan kekayaan alam saat ini, termasuk di Sulawesi Tengah yang memiliki potensi SDA melimpah.

“Maulid Nabi harus kita jadikan momentum untuk mengingat kembali bahwa kepemimpinan adalah amanah. Kekayaan yang ada di bumi tidak boleh hanya dikuasai atau dinikmati oleh segelintir orang, tetapi harus dikelola untuk kemaslahatan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Safri, Selasa (25/8/2026).

Menurutnya, Rasulullah SAW memberikan teladan mengenai pentingnya keadilan dalam kehidupan sosial dan ekonomi. Karena itu, prinsip tersebut semestinya menjadi inspirasi dalam merumuskan kebijakan pengelolaan SDA, terutama yang menyangkut hajat hidup masyarakat luas.

Safri menilai persoalan keadilan SDA menjadi semakin penting bagi Sulawesi Tengah. Daerah ini memiliki kekayaan mineral dan berbagai potensi alam yang menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi dan industri nasional. Namun, besarnya kekayaan tersebut harus diikuti dengan manfaat yang nyata bagi masyarakat di daerah penghasil.

“Jangan sampai daerah kita kaya sumber daya alam, industrinya tumbuh, investasinya besar, tetapi masyarakat lokal justru merasa menjadi penonton. Keadilan harus dirasakan oleh rakyat, bukan hanya terlihat dalam angka investasi,” tegasnya.

Selain distribusi manfaat ekonomi, Safri menilai keteladanan Rasulullah SAW juga relevan dengan kewajiban menjaga lingkungan. Pembangunan ekonomi tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan ruang hidup masyarakat dan merusak ekosistem.

“Jangan sampai keuntungan ekonomi hari ini dibayar mahal oleh generasi berikutnya karena kerusakan lingkungan. Keadilan bukan hanya soal siapa yang mendapatkan manfaat, tetapi juga siapa yang menanggung dampaknya,” katanya.

Safri menegaskan, masyarakat di wilayah penghasil SDA tidak boleh hanya menerima dampak sosial dan lingkungan, sementara nilai ekonominya lebih banyak dinikmati di luar daerah.

Karena itu, ia mendorong agar distribusi manfaat SDA dilakukan secara transparan dan berkeadilan. Pemerintah pusat dan daerah, menurutnya, harus memastikan kekayaan alam yang dikelola memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Rakyat harus merasakan manfaat dari kekayaan alam yang ada di tanahnya sendiri. Itu bisa diwujudkan melalui pendidikan yang lebih baik, layanan kesehatan, lapangan kerja, pemberdayaan ekonomi, infrastruktur dan lingkungan hidup yang terjaga,” ucapnya.

Safri berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum untuk mengevaluasi kebijakan publik yang berkaitan dengan kesejahteraan rakyat.

Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadikan nilai amanah, keadilan, kepedulian terhadap masyarakat kecil dan perlindungan terhadap lingkungan sebagai prinsip dalam mengelola kekayaan alam.

“Keteladanan Rasulullah SAW mengajarkan kita bahwa kekuasaan dan kekayaan adalah amanah. Maka pengelolaan sumber daya alam juga harus berorientasi pada kemaslahatan rakyat, bukan kepentingan segelintir pihak,” pungkasnya.

Berita ini telah dibaca 10 kali
Font +
Font -
cross