FOTO/DISKOMINFO SIGI

Bidik Zero Kasus TB, Bupati Sigi Bentuk Satgas Perkuat Tracing

Terbit : 28 August 2026
Font +
Font -

SIGI, RC – Pemerintah Kabupaten Sigi menyiapkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Tuberkulosis (TB) untuk memperkuat penemuan kasus, pengobatan pasien, hingga pelacakan kontak erat penderita.

Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae mengatakan, pembentukan satgas tersebut telah diperintahkan kepada Dinas Kesehatan sebagai bagian dari upaya mempercepat penanganan TB di wilayah Kabupaten Sigi.

“Saya sudah instruksikan Dinas Kesehatan menyiapkan satgas TB guna memperkuat pencegahan, penemuan kasus, pengobatan hingga pelacakan kontak erat penderita tuberkulosis,” ujar Rizal dilansir dari laman Diskominfo Sigi.

Hingga Agustus 2026, sebanyak 352 kasus TB telah ditemukan di Kabupaten Sigi. Pemerintah daerah menargetkan penanganan penyakit menular tersebut dapat dilakukan secara maksimal sehingga jumlah kasus terus menurun.

Rizal mengatakan, target jangka panjang pemerintah daerah adalah menekan kasus TB serendah mungkin hingga mencapai zero kasus di Kabupaten Sigi.

Menurutnya, penanganan TB tidak cukup hanya dengan memberikan pengobatan kepada pasien yang telah dinyatakan positif. Pelacakan terhadap orang yang melakukan kontak erat dengan penderita juga harus dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan baru.

“Jadi tugas kita tidak hanya mengobati penderita tuberkulosis, tetapi juga melakukan pencegahan, termasuk memberikan obat kepada mereka yang menjadi kontak erat,” katanya.

Untuk mendukung upaya tersebut, tracing TB yang terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah dilaksanakan pada 39 titik di wilayah Kabupaten Sigi.

Rizal menjelaskan, pembentukan Satgas TB nantinya akan dikoordinasikan dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sigi. Koordinasi diperlukan agar kebutuhan program, termasuk dukungan anggaran dan pelaksanaan di lapangan, dapat dipersiapkan secara terencana.

Pemerintah Kabupaten Sigi juga telah menyiapkan dukungan anggaran melalui APBD Perubahan 2026. Anggaran tersebut disiapkan untuk mendukung pelaksanaan program pengendalian TB sambil menunggu dukungan dari pemerintah pusat.

“Kami sudah menyiapkan dukungan anggaran melalui APBD perubahan ini sambil menunggu dukungan pemerintah pusat,” jelas Rizal.

Penguatan penanganan TB di Sigi dilakukan di tengah masih adanya perbedaan capaian penemuan kasus antarwilayah di Sulawesi Tengah.

Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri, Kota Palu tercatat sebagai daerah dengan penemuan kasus TB tertinggi di Sulawesi Tengah dengan 1.075 kasus. Selanjutnya Kabupaten Parigi Moutong sebanyak 546 kasus dan Kabupaten Banggai sebanyak 510 kasus.

Pemkab Sigi berharap keberadaan Satgas TB dapat membuat penanganan penyakit tersebut lebih terkoordinasi, mulai dari mempercepat penemuan kasus, memastikan pasien menjalani pengobatan hingga melakukan pelacakan terhadap kontak erat.

Melalui penguatan tersebut, pemerintah daerah menargetkan pengendalian TB di Kabupaten Sigi dapat dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan sehingga jumlah kasus terus ditekan.

Berita ini telah dibaca 6 kali
Font +
Font -
cross