
PALU, RC — Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu melalui Datokarama Halal Center (DHC) pada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) mendorong mahasiswa menjadi wirausahawan muda untuk ikut membantu pemerintah menekan angka pengangguran terdidik.
Upaya tersebut dilakukan melalui Pelatihan Wirausaha Mahasiswa bertema “Membentuk Pendamping dan Wirausaha Mahasiswa Berkelanjutan Berbasis Halal Consciousness” yang digelar di Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Ketua Panitia Pelatihan Wirausaha Mahasiswa, Siti Rabiatul Adawiyah, mengatakan mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai intelektual muda, agen perubahan, sekaligus calon pemimpin masa depan.
Menurut dia, mahasiswa yang terjun ke dunia usaha tidak cukup hanya memiliki kemampuan menciptakan produk dan membuka lapangan kerja. Mereka juga perlu memahami aspek hukum dan etika bisnis Islam melalui penerapan prinsip Halal Consciousness.
“Dalam kaitannya dengan kewirausahaan, wirausaha mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu menciptakan inovasi produk dan membuka lapangan kerja baru, tetapi juga memiliki kesadaran hukum serta etika bisnis Islam melalui penerapan prinsip Halal Consciousness,” ujar Siti Rabiatul Adawiyah dilansir dari laman UIN Datokarama.
Ia menjelaskan, pelatihan tersebut memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai kebijakan, hukum, serta kriteria Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH). Peserta juga dibekali kemampuan teknis untuk menjadi pendamping atau fasilitator Proses Produk Halal (PPH).
Selain meningkatkan kompetensi kewirausahaan, kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat legalitas usaha mahasiswa. Salah satunya melalui percepatan kepemilikan sertifikat halal bagi unit usaha yang dikelola mahasiswa.
DHC juga mendorong terbentuknya jejaring halal center dengan melibatkan mahasiswa sebagai perpanjangan tangan dalam memperluas edukasi mengenai produk halal, baik di lingkungan akademik maupun masyarakat.
Wiwi mengatakan penguatan kewirausahaan tersebut merupakan bagian dari implementasi visi UIN Datokarama, khususnya dalam mendorong lulusan yang mampu menciptakan lapangan kerja.
“Orientasi pendidikan tinggi saat ini harus bergeser. Kampus tidak boleh lagi hanya mencetak para pencari kerja, melainkan harus melahirkan para pencipta lapangan kerja yang inovatif dan berdaya saing di era digital,” ujarnya.
Melalui program tersebut, UIN Datokarama menargetkan lahirnya lebih banyak wirausahawan muda yang adaptif, tangguh, dan memiliki kesadaran terhadap aspek halal dalam menjalankan usaha.
Langkah itu diharapkan tidak hanya memperkuat kemandirian ekonomi mahasiswa, tetapi juga menjadi kontribusi kampus dalam membantu pemerintah mengurangi pengangguran terdidik dan mendorong pengentasan kemiskinan melalui inovasi serta kewirausahaan pemuda.