
TOUNA, RC - Nasib tragis menimpa seorang nelayan berinisial TN (45) di Dusun Kolongian, Desa Bambu, Kecamatan Una-Una, Kabupaten Tojo Una-Una.
TN mengalami luka parah setelah bom ikan yang diduga dirakitnya meledak sebelum sempat dilempar ke laut, Selasa (14/10/2025).
Akibat ledakan dahsyat itu, korban mengalami putus total pada tangan kiri dan luka di kaki kanan akibat terkena serpihan botol Fanta yang digunakan sebagai wadah bom.
Dilansir dari polrestouna.com, TN mulai merakit bom ikan di rumahnya sekitar pukul 06.00 WITA. Bahan yang digunakan diduga adalah campuran pupuk sayuran tomat dan baterai.
Usai merakit, korban langsung berlayar sendiri menggunakan perahu ketinting menuju perairan Una-Una. Nahas, setibanya di lokasi, bom ikan meledak seketika di tangannya saat akan dilempar.
Meskipun terluka parah, TN berhasil kembali ke darat untuk meminta pertolongan. Korban pun segera dibawa ke Rumah Sakit Wakai oleh pihak keluarga dan warga setempat untuk penanganan medis darurat.
Terpisah, Kapolsek Una-Una Iptu Sodang Datuan membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan keprihatinannya.
“Kami telah menerima laporan mengenai kejadian ini. Korban saat ini sudah dilarikan ke RS Wakai. Dari kronologi yang kami terima, korban diduga merakit sendiri bom ikan tersebut sesaat sebelum insiden terjadi,” bebernya.
Kapolsek menekankan bahwa peristiwa ini adalah peringatan keras tentang bahaya praktik destructive fishing (penangkapan ikan merusak).
“Kejadian ini merupakan contoh nyata dari bahaya besar penggunaan bom ikan, tidak hanya bagi keselamatan diri sendiri, tetapi juga kelestarian lingkungan laut,” tegasnya.
Iptu Sodang menambahkan bahwa penggunaan bom ikan adalah tindakan melanggar hukum. Ia memastikan akan terus mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para nelayan, untuk tidak menggunakan bahan peledak.
“Kami akan terus melakukan sosialisasi dan penindakan tegas terhadap praktik ilegal di perairan Una-Una,” pungkasnya.