BUPATI LUWU UTARA, INDAH PUTRI INDRIANI (FOTO: DISKOMINFO LUWU UTARA)

Bupati Indah Target Tahun Depan Tak Ada Lagi Desa Tertinggal di Luwu Utara

Terbit : 8 August 2023
Font +
Font -

Luwu Utara, RC - Bupati Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Indah Putri Indriani menargetkan di 2024 tak ada lagi desa dengan status tertinggal. Hal itu ditegaskan Indah di hadapan ratusan operator desa yang mengikuti Bimbingan Teknis Manajemen Penyusunan dan Pendayagunaan Aplikasi Profil Desa dalam Mendukung Penyelenggaraan Pemerintahan Desa untuk Mencegah Penyimpangan, Minggu (6/8/2023).

"Saya sudah menargetkan ke PMD dan camat, 2024 tidak ada lagi desa dengan status tertinggal di Kabupaten Luwu Utara sekarang sisa 5, sebelumnya 18. Dan kita berharap jumlah desa mandirinya semakin bertambah," ucapnya dilansir dari laman luwuutarakab.go.id.

"Untuk itu operator desa tolong input data apa adanya. Dengan profil desa yang clear dan terupdate tiap saat, maka perencanaan pembangunan desa akan berjalan dengan baik," terang bupati perempuan pertama di Sulsel ini.

Bupati Luwu Utara,Indah Putri Indriani,IDP,Sulawesi Selatan,Sulsel,Lutra,masamba,Indeks Desa Membangun,IDM,Tergantung Data,Operator,Profil Desa,Manfaat Profil Desa,Desa Tertinggal,Desa Mandiri,Miskin,Kemiskinan,Stunting

Indeks Desa Membangun Tergantung Data

Bupati yang akrab disapa IDP ini mengatakan, Indeks Desa Membangun (IDP) juga sangat tergantung pada data atau profil desa.

"Itu artinya profil desa juga sangat bergantung pada operator yang ikut pelatihan. Maka operator yang dilatih itu adalah aset, untuk itu harus dipastikan bekerja. Lakukan monitoring dan evaluasi dalam dua bulan ke depan, pastikan aset bergerak produktif karena dampaknya pada perkembangan kemajuan desa," katanya.

Manfaat Profil Desa

Indah menegaskan profil desa dapat digunakan dan dimanfaatkan dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, khususnya menurunkan angka kemiskinan ekstrem sampai dengan 0% dan penurunan angka stunting di prevalensi 14%.

"Sehingga dasar penyusunan dan penganggaran pembangunan desa menjadi semakin berkualitas dengan data yang paripurna. Jadi pembangunan tidak berdasarkan intuisi dari para elit di desa tp berdasarkan kebutuhan," pungkasnya.

Berita ini telah dibaca 24 kali
Font +
Font -
cross