FOTO/DKIPS KOTA PALU

Diah Puspita Ajak Camat-Lurah Libatkan Perempuan dalam Pembangunan Palu

Terbit : 27 August 2026
Font +
Font -

PALU, RC – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Palu, Hj. Diah Puspita, mendorong penguatan komunikasi dan sinergi antara TP-PKK dengan camat dan lurah untuk mempercepat pelaksanaan berbagai program pembangunan di tingkat wilayah.

Dorongan tersebut disampaikan Diah saat menggelar pertemuan bersama para camat dan lurah se-Kota Palu di Rumah Jabatan Wali Kota Palu, Selasa (25/8/2026).

Diah mengatakan komunikasi yang lebih dekat dan terbuka antara TP-PKK dengan pemerintah kecamatan dan kelurahan penting untuk memastikan berbagai program pembangunan dapat berjalan efektif hingga tingkat masyarakat.

Ia secara khusus mendorong camat dan lurah memfasilitasi pertemuan langsung dengan istri Ketua RT maupun perempuan yang menjabat sebagai Ketua RT di masing-masing wilayah.

“Pokoknya perempuan, bisa saja Ketua RT-nya sekaligus. Dalam ini saya minta yang memfasilitasi atau yang mengundang itu dari lurah,” ujar Diah dilansir dari laman Pemkot Palu.

Menurutnya, keterlibatan perempuan di tingkat RT dapat membantu mempercepat pelaksanaan program pemerintah, termasuk penanganan stunting dan sejumlah program pembangunan lainnya.

“Bagi saya, pelibatan istri-istri RT atau para perempuan-perempuan, karena power-nya itu ada di perempuan. Baik itu istri RT maupun RT yang perempuan dalam percepatan program-program pembangunan Pemerintah Kota Palu,” katanya.

Diah menilai perempuan memiliki posisi strategis dalam pembangunan karena berperan langsung dalam keluarga sekaligus kehidupan sosial masyarakat.

Karena itu, ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dan pemberdayaan perempuan dalam berbagai sektor, mulai dari ekonomi, sosial, pendidikan hingga pembangunan masyarakat.

“Tujuan utama kita adalah bagaimana mendorong percepatan pembangunan di berbagai sektor agar Kota Palu dapat semakin maju. Saya juga memberikan perhatian yang besar terhadap peningkatan peran dan kapasitas perempuan,” jelasnya.

Ia mengatakan pemberdayaan perempuan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, TP-PKK, masyarakat, komunitas dan dunia usaha agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

Pertemuan tersebut juga menjadi ruang bagi camat dan lurah untuk menyampaikan berbagai persoalan, kondisi, serta gagasan yang berkembang di wilayah masing-masing.

Diah berharap komunikasi dan koordinasi yang telah terbangun dapat terus ditingkatkan sehingga seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat dapat bergerak bersama mendukung pembangunan Kota Palu.

“Kalau komunikasi kita berjalan dengan baik, kita dapat bekerja secara kompak sebagai satu keluarga besar. Kita semua mempunyai tujuan yang sama, yaitu mendorong Kota Palu agar semakin maju, semakin nyaman, semakin sejahtera, dan semakin memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.

Berita ini telah dibaca 5 kali
Font +
Font -
cross