FOTO/DITJENPAS.GO.ID

Ditjenpas Sulteng Pamer Hasil Pembinaan Warga Binaan, Kampanyekan Cinta Produk Narapidana Jelang HBP ke-62

Terbit : 11 April 2026
Font +
Font -

PALU, RC Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tengah menggelar pameran produk karya warga binaan bertajuk Gerakan Cinta Produk Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palu, Jumat (10/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62.

Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng, Irpan, mengatakan pameran tersebut bukan sekadar ajang promosi, melainkan bentuk konkret pembinaan yang diarahkan pada peningkatan produktivitas dan nilai ekonomi. Ia menegaskan bahwa karya warga binaan harus mampu tampil di ruang publik dan bersaing di pasar yang lebih luas.

“Ini bukan sekadar pameran, tetapi bentuk kepercayaan diri bahwa hasil pembinaan kita memiliki kualitas dan layak bersaing. Kita ingin publik melihat langsung bahwa warga binaan mampu berkarya dan produktif,” ujar Irpan dilansir dari ditjenpas.go.id.

Kegiatan yang dihadiri sejumlah kepala unit pelaksana teknis pemasyarakatan dan keimigrasian tersebut diawali dengan senam bersama, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan bazar yang menampilkan berbagai produk warga binaan.

Beragam hasil karya dipamerkan, mulai dari kerajinan tangan hingga produk olahan makanan. Kerajinan yang ditampilkan antara lain anyaman rotan, kain tenun Donggala, kerajinan kayu, tempurung kelapa, dan tas rajut. Sementara produk makanan meliputi bawang goreng, keripik pisang, ranggina kacang, sambal roa, dan abon.

Sejumlah pengunjung juga terlihat melakukan transaksi pembelian sebagai bentuk dukungan terhadap program pembinaan warga binaan.

Irpan menambahkan, kegiatan ini merupakan upaya membangun ekosistem pembinaan yang berkelanjutan agar hasil karya warga binaan dapat terhubung dengan pasar.

“Kita dorong agar hasil pembinaan tidak berhenti di dalam, tetapi bisa masuk ke pasar. Ini bagian dari upaya membangun kemandirian warga binaan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu, Muhammad Akmal, yang turut hadir, menilai produk warga binaan memiliki potensi untuk dikembangkan lebih luas.

“Produk-produk ini bukan hanya layak di pasar lokal, tetapi juga berpeluang bersaing di tingkat yang lebih luas, bahkan internasional,” ujarnya.

Ia juga membeli salah satu produk sebagai bentuk dukungan langsung terhadap hasil karya warga binaan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HBP ke-62 sekaligus menunjukkan arah pembinaan pemasyarakatan yang tidak hanya berfokus pada pembinaan karakter, tetapi juga pemberdayaan ekonomi warga binaan.

Berita ini telah dibaca 5 kali
Font +
Font -
cross