
PALU, RC – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Palu menanam sekitar 7.000 benih jagung di lahan seluas 1.200 meter persegi yang berada di area luar tembok lapas, Selasa (2/6/2026).
Kegiatan yang dipimpin langsung Kepala Lapas Perempuan Palu, Yoesiana, tersebut melibatkan jajaran pejabat struktural dan enam warga binaan yang mengikuti program pembinaan kemandirian bidang pertanian.
Penanaman jagung dilakukan sebagai upaya pemanfaatan lahan produktif sekaligus mendukung program ketahanan pangan. Program ini merupakan kelanjutan dari pengembangan sektor pertanian yang telah dijalankan Lapas Perempuan Palu.
Dilansir dari ditjenpas.go.id, Kepala Lapas Perempuan Palu, Yoesiana, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan keterampilan bagi warga binaan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan pembinaan yang produktif dan berkelanjutan. Penanaman ribuan benih jagung ini merupakan bentuk kontribusi Lapas Perempuan Palu dalam mendukung ketahanan pangan,” kata Yoesiana.
Kepala Subseksi Pembinaan, Effendy, menjelaskan program penanaman jagung dilanjutkan karena hasil panen sebelumnya dinilai cukup baik dan memberikan manfaat bagi pengembangan sektor pertanian di lingkungan lapas.
“Program ini kami lanjutkan karena sebelumnya telah memberikan hasil yang baik. Pengalaman tersebut menjadi modal bagi kami untuk terus mengembangkan sektor pertanian di lingkungan Lapas,” ujarnya.
Selain mendukung ketahanan pangan, program tersebut juga menjadi sarana pembinaan bagi warga binaan melalui pemberian keterampilan di bidang pertanian.
Salah seorang warga binaan berinisial IS mengaku memperoleh pengalaman baru selama mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya mendapatkan banyak pengalaman baru tentang cara menanam dan merawat jagung. Kegiatan ini membuat kami lebih produktif selama mengikuti program pembinaan,” tuturnya.