Durian Sulteng Tembus Pasar China, Pemprov Gelar Merdeka Ekspor 2026

Terbit : 8 August 2026
Font +
Font -

PALU, RC – Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Sulawesi Tengah akan menggelar Merdeka Ekspor Durian Sulawesi Tengah 2026 pada 10–13 Agustus 2026 di Kantor Dinas TPH Sulteng, Jalan R.A. Kartini Nomor 80, Palu.

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menandai perkembangan durian Sulawesi Tengah yang telah menembus pasar ekspor internasional, khususnya Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

Kepala Dinas TPH Sulawesi Tengah, Dodot Tinarso, mengatakan kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang perayaan keberhasilan ekspor, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem durian daerah agar mampu memenuhi standar dan kebutuhan pasar global.

“Merdeka Ekspor Durian Sulawesi Tengah bukan hanya menjadi momentum perayaan keberhasilan ekspor, tetapi juga menjadi sarana edukasi, kolaborasi, dan penguatan ekosistem durian Sulawesi Tengah agar semakin berkualitas, berdaya saing, serta mampu memenuhi kebutuhan pasar global,” ujar Dodot dilansir dari laman DTPH Sulteng.

Menurutnya, keberhasilan durian Sulawesi Tengah masuk pasar internasional merupakan hasil kolaborasi pemerintah, petani, pelaku usaha, akademisi, serta berbagai instansi terkait dalam membangun tata kelola hortikultura yang berorientasi pada mutu dan daya saing.

Salah satu fokus utama dalam kegiatan tersebut adalah mendorong penerapan Good Agricultural Practices (GAP) secara konsisten di tingkat petani. Standar budidaya tersebut dinilai penting untuk memastikan produk yang dihasilkan memenuhi persyaratan mutu dan keamanan pangan.

Dinas TPH Sulawesi Tengah terus melakukan pembinaan, pendampingan, pengawasan, serta fasilitasi sarana dan prasarana kepada petani untuk meningkatkan penerapan GAP.

Registrasi Kebun GAP yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga menjadi salah satu persyaratan dalam protokol ekspor durian ke pasar Tiongkok. Karena itu, peningkatan kapasitas petani dalam menerapkan standar budidaya menjadi bagian penting dalam penguatan daya saing durian Sulteng.

Selama empat hari pelaksanaan, Merdeka Ekspor Durian Sulawesi Tengah 2026 akan diisi sejumlah agenda, antara lain Focus Group Discussion (FGD), temu bisnis, coaching clinic, pelayanan registrasi kebun GAP dan protokol ekspor durian, peluncuran Dashboard Potensi Komoditas Pertanian/Hortikultura Sulawesi Tengah, serta Pasar Tani.

Pelayanan registrasi dan pendampingan ekspor akan melibatkan sejumlah instansi, di antaranya Dinas TPH Sulawesi Tengah, Dinas Pangan Sulawesi Tengah, Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Sulawesi Tengah, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Tengah.

Kegiatan juga dirangkaikan dengan berbagai agenda dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI, seperti lomba menggambar dan mewarnai untuk siswa TK dan SD, lomba internal lingkup Dinas TPH, donor darah, serta pemeriksaan kesehatan gratis.

Sejumlah pemangku kepentingan akan terlibat dalam kegiatan tersebut, mulai dari petani durian dari berbagai kabupaten di Sulawesi Tengah, penyuluh pertanian, petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), Pengawas Mutu Hasil Pertanian (PMHP), pelaku usaha packing house, pengepul, akademisi, pemerintah daerah, instansi vertikal, kelompok tani, kelompok pengolahan hasil pertanian, hingga pelaku UMKM.

Pada puncak kegiatan, panitia juga akan menyerahkan Surat Keterangan Registrasi GAP kepada perwakilan petani dari delapan kabupaten di Sulawesi Tengah.

Selain itu, akan dilakukan penandatanganan kerja sama riset pengendalian penyakit tanaman durian antara Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Sulawesi Tengah dengan Universitas Alkhairaat serta peluncuran Dashboard Potensi Hortikultura Sulawesi Tengah.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah, petani, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam membangun ekosistem durian yang modern, berkualitas, dan berkelanjutan.

Masyarakat juga diharapkan memanfaatkan kegiatan Pasar Tani untuk mengenal dan membeli berbagai produk unggulan petani serta UMKM lokal Sulawesi Tengah.

Berita ini telah dibaca 8 kali
Font +
Font -
cross