FOTO/DISKOMINFO SIGI

Festival Danau Lindu 2026 Sedot 42 Ribu Pengunjung, Perputaran Ekonomi Tembus Rp2 Miliar

Terbit : 27 July 2026
Font +
Font -

SIGI, RC – Festival Danau Lindu (FDL) 2026 mencatat capaian signifikan dengan estimasi jumlah pengunjung mencapai sekitar 42 ribu orang selama tiga hari penyelenggaraan. Tingginya kunjungan wisatawan dan masyarakat turut mendorong perputaran ekonomi lokal yang diproyeksikan menembus Rp2 miliar.

Dilansir dari laman Diskominfo Sigi, data tersebut disampaikan Bupati Mohamad Rizal Intjenae, saat menutup Festival Danau Lindu 2026 di kawasan Danau Lindu, Sabtu (25/7/2026) malam.

Berdasarkan pendataan panitia melalui pintu masuk kawasan festival hingga pukul 18.00 Wita, jumlah pengunjung telah mencapai sekitar 42 ribu orang. Sementara itu, nilai transaksi ekonomi selama tiga hari pelaksanaan hingga sore hari tercatat sekitar Rp1,72 miliar dan diperkirakan terus bertambah hingga mencapai sedikitnya Rp2 miliar.

"Perputaran uang selama tiga hari hingga sore tadi tercatat sekitar Rp1,72 miliar. Malam ini saya yakin angkanya masih terus bertambah dan minimal dapat mencapai Rp2 miliar," kata Rizal.

Menurutnya, capaian tersebut meningkat sekitar 54 persen dibandingkan penyelenggaraan Festival Danau Lindu pada tahun-tahun sebelumnya. Kenaikan transaksi ekonomi dinilai menunjukkan bahwa festival tidak hanya menjadi ajang hiburan dan promosi wisata, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi pelaku UMKM, pedagang, dan sektor jasa di kawasan Lindu.

Rizal mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan festival, mulai dari Dinas Pariwisata Kabupaten Sigi, Dewan Kesenian Sigi, panitia pelaksana, pemerintah kecamatan dan desa, aparat keamanan, hingga masyarakat Lindu.

Selain menjadi agenda pariwisata, Festival Danau Lindu 2026 juga dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Sigi untuk memperkuat komitmen di bidang pelestarian lingkungan. Salah satunya melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada terkait pengembangan perdagangan karbon.

Kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari seminar yang melibatkan akademisi dan Kementerian Kehutanan. Dari forum itu muncul rekomendasi agar Kabupaten Sigi segera menyusun proposal pengelolaan karbon berbasis kawasan hutan di sekitar Taman Nasional Lore Lindu sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

"Kita tidak hanya menjaga hutan ini, tetapi masyarakat Lindu juga harus mendapatkan manfaat ekonomi dari upaya menjaga kelestarian hutan tersebut," ujar Rizal.

Di bidang kebudayaan, Pemkab Sigi juga menegaskan komitmennya untuk melestarikan Tari Rego sebagai salah satu identitas budaya daerah. Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat daya tarik wisata sekaligus menjaga warisan budaya lokal.

Meski berlangsung sukses, Rizal mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu dibenahi, terutama terkait infrastruktur pendukung dan akses menuju kawasan Danau Lindu. Ia berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan, termasuk penyediaan kapal wisata dan pembangunan jalur alternatif untuk mengurangi kepadatan lalu lintas saat festival berlangsung.

Malam penutupan Festival Danau Lindu 2026 semakin semarak dengan penampilan musisi Enau yang menghibur ribuan pengunjung melalui sejumlah lagu populernya.

Menutup rangkaian kegiatan, Bupati Rizal menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan selama penyelenggaraan festival serta mengajak masyarakat memberikan kritik dan masukan sebagai bahan evaluasi.

Dengan kunjungan yang mencapai puluhan ribu orang dan perputaran ekonomi yang diproyeksikan menyentuh Rp2 miliar, Festival Danau Lindu 2026 dinilai semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu agenda wisata unggulan Sulawesi Tengah yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus mempromosikan kekayaan budaya dan kelestarian alam Kabupaten Sigi.

Berita ini telah dibaca 2 kali
Font +
Font -
cross