Gempa Rusak Ruang Kelas, PMI Dirikan Tenda agar Siswa di NTT Tetap Belajar

Terbit : 3 September 2026
Font +
Font -

MANGGARAI BARAT, RC – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Manggarai Barat mendirikan tenda darurat di SMPN 4 Boleng, Desa Golo Ketak, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk mendukung kegiatan belajar mengajar setelah gempa berdampak pada sejumlah bagian bangunan sekolah.

Tenda berukuran 9 x 12 meter tersebut difungsikan sebagai ruang belajar sementara dan mampu menampung hingga dua kelas atau sekitar 52 siswa dalam satu waktu. Tenda didirikan di area luar bangunan sekolah agar proses belajar mengajar tetap berlangsung tanpa menggunakan ruang kelas yang terdampak.

Sebanyak tujuh personel PMI terlibat dalam pendirian tenda tersebut. Mereka terdiri atas dua pengurus, tiga staf Markas PMI Kabupaten Manggarai Barat, dan dua relawan.

Wakil Ketua PMI Kabupaten Manggarai Barat, David Edward Rego, mengatakan pendirian tenda dilakukan setelah PMI menerima permintaan dari pemerintah desa untuk menyediakan tempat yang lebih aman bagi siswa dan guru selama kondisi pascagempa.

“Kami membantu mendirikan tenda darurat ini setelah menerima permintaan dari Kepala Desa untuk membantu menyediakan tempat yang lebih aman bagi kegiatan belajar mengajar,” kata David dalam keterangan resminya, Kamis (3/9/2026).

Menurut David, dukungan terhadap sektor pendidikan tersebut merupakan bagian dari respons PMI terhadap kebutuhan masyarakat yang terdampak gempa di Kecamatan Boleng.

Pemerintah daerah sebelumnya meminta PMI memfokuskan dukungan pada penyediaan tenda darurat sebagai shelter untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di sejumlah sekolah terdampak.

“Sesuai laporan yang diterima dari pihak pemerintah desa dan sekolah, PMI diminta untuk membantu empat sekolah di Kecamatan Boleng. Fokus awal kami adalah membantu menyediakan tenda darurat sebagai shelter untuk mendukung proses belajar mengajar,” ujarnya.

Meski demikian, PMI tetap akan melakukan asesmen terhadap sekolah-sekolah terdampak untuk mengetahui kondisi bangunan dan kebutuhan masing-masing sekolah.

Selain SMPN 4 Boleng, PMI Kabupaten Manggarai Barat pada hari yang sama juga mendirikan tenda darurat di SMAN Komodo yang berada di ibu kota Kabupaten Manggarai Barat.

Untuk SMPN 4 Boleng, keberadaan tenda darurat dinilai penting karena kegiatan belajar mengajar di dalam bangunan sekolah belum dapat berjalan normal. Sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan akibat gempa.

David menyebut kerusakan yang ditemukan antara lain penurunan pada beberapa ruang, ubin yang ambruk dan pecah, serta retakan pada dinding laboratorium.

Kondisi tersebut membuat guru dan siswa belum berani kembali menggunakan ruang kelas seperti sebelum gempa. Karena itu, tenda darurat menjadi alternatif sementara agar kegiatan pembelajaran tetap berjalan dengan lebih aman.

Berdasarkan hasil asesmen PMI bersama pihak pengajar SMPN 4 Boleng, sekolah juga masih membutuhkan sejumlah perlengkapan untuk menunjang proses belajar mengajar, di antaranya papan tulis, buku tulis, dan berbagai peralatan sekolah lainnya.

PMI menyatakan asesmen akan terus dilakukan untuk memastikan dukungan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan sekolah dan masyarakat terdampak gempa.

Berita ini telah dibaca 6 kali
Font +
Font -
cross