
Luwu Utara, RC - Pemerintah Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan dalam waktu dekat akan menggelar Simulasi Desa Tangguh Bencana (Destana) yang dipusatkan di Desa Maipi, Kecamatan Masamba.
Dilansir dari laman luwuutarakab.go.id, Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani menyebut simulasi sangat penting dilakukan agar ketika terjadi bencana masyarakat sudah tahu apa yang harus dilakukan, khususnya saat banjir bandang.
"Yang melatarbelakangi secara umum adalah dari hasil pengkajian bahwa faktor alam sangat dominan dalam kejadian banjir bandang 2020 lalu. Kajian ini dilakukan oleh Universitas Hasanuddin di mana dipredikasi bahwa kejadian serupa bisa saja terjadi kembali," kata Indah dalam Rakor Persiapan Simulasi Destana di Command Centre, Selasa (6/6/2023).
"Karena alam tidak bisa kita lawan dan bencana adalah suatu keniscayaan, maka yang bisa kita lakukan adalah melakukan upaya mitigasi, salah satunya peningkatan kapasitas masyarakat melalui sosialisasi secara terus menerus terkait potensi bencana," terangnya.
Indah menyebut risiko bencana akan tinggi jika pemahaman dan kapasitas masyarakat rendah.
"Untuk itu risiko bencana dapat kita turunkan jika masyarakat paham kemudian mengetahui jenis ancaman di wilayahnya serta memiliki pemahaman yang baik. Baik itu secara pribadi, keluarga, dan masyarakat atau dalam kelompok. Sebab ketika terjadi bencana target kita adalah zero victim atau tidak ada korban jiwa," tegasnya.(net)