FOTO/BASARNAS PALU

Kantor SAR Palu Gelar Latihan Kesiapsiagaan, Asah Kecepatan Respons Hadapi Kondisi Darurat

Terbit : 31 August 2026
Font +
Font -

PALU, RC – Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu menggelar latihan kesiapsiagaan untuk meningkatkan kemampuan personel dalam merespons berbagai kondisi kedaruratan, mulai dari musibah, kecelakaan hingga situasi yang membahayakan manusia.

Latihan yang mengusung tema “Latihan Kesiapsiagaan Meningkatkan Kemampuan Sinergitas Personil Dalam Menghadapi Berbagai Kondisi Kedaruratan” tersebut berlangsung pada 31 Agustus hingga 1 September 2026 di Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu.

Dilansir dari laman Basarnas Palu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, S.H., mengatakan latihan tersebut penting untuk menyamakan pemahaman dan meningkatkan kesiapan personel saat menerima informasi mengenai kondisi darurat.

“Latihan ini menjadi sarana untuk menyamakan persepsi dan meningkatkan kesiapan personel, khususnya dalam menerima, mengolah, dan merespons informasi kedaruratan. Dengan latihan yang dilakukan secara terarah, diharapkan setiap personel dapat memahami tugas dan tanggung jawabnya sehingga respons terhadap kejadian dapat dilakukan dengan lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ujar Muh. Rizal.

Sebanyak 60 personel terlibat dalam latihan tersebut. Mereka terdiri atas unsur pengendali, panitia, narasumber, pengawas dan pemerhati, wasit, serta peserta latihan.

Latihan dilakukan melalui sejumlah tahapan, yakni awareness stage, initial action stage, dan planning stage. Pada tahap pertama, personel dilatih mengenali potensi ancaman dan memahami informasi awal yang diterima.

Selanjutnya, pada tahap tindak awal, personel berlatih melakukan verifikasi informasi, menyusun laporan, berkoordinasi dengan pihak terkait, serta mengambil keputusan awal. Sementara pada tahap perencanaan, peserta menyusun kebutuhan sumber daya, strategi operasi, dan pola koordinasi dalam pelaksanaan operasi SAR.

Materi yang diberikan mencakup penyusunan Rencana Operasi SAR, manajemen posko, jaring komunikasi, pemasangan radio komunikasi, QR SAR, serta SOP dan penilaian latihan kesiapsiagaan.

Pelatihan juga dilakukan melalui pembelajaran di dalam dan luar ruangan, ceramah interaktif, serta simulasi pelaporan informasi awal dan penginputan data melalui aplikasi kesiapsiagaan.

Dalam simulasi, peserta diberikan sejumlah studi kasus kecelakaan maupun kondisi yang membahayakan manusia. Mereka kemudian diminta menyusun informasi awal, laporan perkembangan operasi, laporan hasil pelaksanaan operasi, dokumentasi foto kolase, hingga Rencana Operasi SAR.

Peserta juga dilatih mengelola administrasi operasi melalui aplikasi QRSAR, termasuk prosedur perpanjangan dan pembukaan kembali operasi SAR jika terdapat perkembangan baru di lapangan.

Muh. Rizal menegaskan, kesiapsiagaan dalam operasi SAR tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga komunikasi dan koordinasi yang baik antarpersonel.

“Kemampuan personel harus terus diasah melalui latihan. Tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga bagaimana membangun komunikasi, koordinasi, serta mengambil keputusan berdasarkan informasi yang diterima. Hal ini penting agar pelaksanaan operasi SAR dapat berjalan secara efektif dan sesuai prosedur,” katanya.

Melalui latihan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu menargetkan terciptanya kesamaan persepsi dalam pengelolaan informasi dan administrasi operasi SAR. Latihan juga diharapkan memperkuat sistem komando, kendali, komunikasi, dan koordinasi saat penanganan kondisi darurat.

Selain itu, latihan menjadi sarana untuk mengidentifikasi berbagai kendala dan kebutuhan peningkatan kapasitas personel sebagai bahan evaluasi dalam pelaksanaan tugas SAR ke depan.

Rangkaian kegiatan dijadwalkan berlanjut pada 1 September 2026 melalui SAR Exercise, evaluasi, dan penutupan.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu memastikan latihan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kesiapan personel agar setiap informasi mengenai kejadian darurat dapat ditindaklanjuti secara cepat, tepat, terpadu, dan terkoordinasi.

Berita ini telah dibaca 6 kali
Font +
Font -
cross