Kemenag Ajak Masyarakat Ikut Gerakan Nasional Verifikasi Kiblat

Terbit : 3 July 2026
Font +
Font -

JAKARTA, RC Kementerian Agama (Kemenag) menggelar Gerakan Nasional 1448K Titik Verifikasi Kiblat pada 15–16 Juli 2026 dengan memanfaatkan fenomena astronomi Rashdul Kiblat, yakni saat posisi Matahari tepat berada di atas Ka'bah. Program ini mengajak masyarakat di seluruh Indonesia memverifikasi arah kiblat secara serentak, mudah, dan akurat.

Dikutip dari kemenag.go.id, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, mengatakan masyarakat dapat mengikuti gerakan tersebut tanpa memerlukan peralatan khusus maupun biaya. Kemenag juga mengajak penghulu, penyuluh agama, serta seluruh jajarannya menggerakkan partisipasi masyarakat untuk melakukan verifikasi arah kiblat di rumah, masjid, musala, sekolah, kampus, perkantoran, hingga fasilitas publik.

Masyarakat yang ingin berpartisipasi dapat mendaftarkan diri melalui laman resmi Gerakan Nasional 1448K Titik Verifikasi Kiblat. Bagi yang belum sempat melakukan registrasi secara daring, pelaksanaan di lapangan tetap dapat dilaporkan secara berjenjang.

Gerakan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Peaceful Muharam 1448 Hijriah yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag. Selain meningkatkan akurasi arah kiblat, program ini ditargetkan mencatatkan rekor dunia sebagai gerakan verifikasi arah kiblat terbesar yang pernah diselenggarakan.

Ketua Umum Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI), Madari, menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan gerakan nasional tersebut. Ia menilai verifikasi arah kiblat akan membantu umat Islam memperoleh kepastian arah kiblat yang lebih presisi sehingga semakin mantap dalam beribadah.

Madari juga meminta seluruh jajaran APRI di tingkat pusat, wilayah, hingga cabang untuk berkoordinasi menyukseskan pelaksanaan program. Dengan lebih dari 11 ribu penghulu di seluruh Indonesia, ia optimistis target partisipasi nasional dapat tercapai.

Sementara itu, Kasubdit Bina Penyuluh Agama Islam, Jamaluddin M. Marki, mengatakan penyuluh agama memiliki peran penting sebagai edukator, mobilisator, mediator, dan dokumentator selama pelaksanaan gerakan berlangsung. Ia menegaskan penyampaian kepada masyarakat harus dilakukan secara santun dan edukatif agar verifikasi arah kiblat dipahami sebagai upaya menyempurnakan akurasi ibadah, bukan menyalahkan praktik yang telah berjalan.

Selain Gerakan Nasional 1448K Titik Verifikasi Kiblat, rangkaian Peaceful Muharam 1448 H juga diisi dengan berbagai kegiatan sosial, edukasi, pemberdayaan umat, dan layanan keagamaan yang melibatkan penghulu, penyuluh agama, organisasi profesi, serta masyarakat.

Berita ini telah dibaca 16 kali
Font +
Font -
cross