
Luwu Utara, RC - Selain memenuhi kebutuhan dalam daerah, kini kentang asal Kecamatan Rongkong, Kabupaten Luwu Utara juga menyuplai kebutuhan untuk Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dan Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Hal itu diungkapkan Bupati Lutra, Indah Putri Indriani saat melakukan panen kentang di Desa Limbong, Kecamatan Rongkong, Minggu (24/9/2023).
"Informasi dari Pak Ilyas selaku pemilik lahan bahwa kentang ini dikirim melalui Pelabuhan Pare-pare ke IKN. Jadi ke depan kita berharap Pelabuhan Munte dapat segera. Atau melalui Pelabuhan Belang-belang jika akses jalan sudah tembus ke Sulawesi Barat. Itu yang kita harap sebenarnya melalui ruas Mabusa ke Seko Lemo tembus ke Pelabuhan Belang-belang," ucapnya dilansir dari laman luwuutarakab.go.id.
Bupati Indah berharap masyarakat yang memiliki lahan dapat melakukan hal yang sama. Sebab kentang paling cocok di suhu yang dingin dan paling bagus ditanam di ketinggian 1400-an mdpl ke atas.
"Saya mengajak pada masyarakat yang memiliki lahan terutama yang berada di ketinggian bisa juga melakukan hal yang sama. Karena ini tidak butuh perawatan yang rumit apalagi sepanjang tahun sinar matahari cukup," ajaknya.
"Terlebih kepada para pemuda, jangan takut kotor, ayo jadi petani milenial. Sebab tidak ada artinya gengsi jika kantong kosong," tutur bupati perempuan pertama di Sulsel ini.
Sementara itu, petani kentang asal Jawa Barat, Ilyas Supratna menyebutkan saat ini sedang mengembangkan kentang di lahan sekira 2 hektare dan mengajak masyarakat.
"Kentang bisa dipanen sekira 80-100 hari tergantung kebutuhan pasar. Jelang hari raya biasanya lebih cepat karena juga kebutuhan pasar dan petani. 1 hektar biasanya bersih sekira Rp50 juta dan dalam setahun bisa dua kali panen," terangnya.