FOTO/HUMAS KEMENKES

KITA SEHAT Diluncurkan, Kemenkes Genjot Layanan Kesehatan hingga Pelosok

Terbit : 21 July 2026
Font +
Font -

JAKARTA, RC – Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Australia resmi meluncurkan program kemitraan KITA SEHAT (Indonesia–Australia Health Transformation Partnership) dengan nilai investasi hingga AUD100 juta untuk periode 2025–2033. Program ini difokuskan pada penguatan layanan kesehatan primer, ketahanan kesehatan, dan pendekatan One Health dari tingkat pusat hingga daerah.

Peluncuran program berlangsung di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Senin (20/7/2026). Kemitraan jangka panjang tersebut akan dilaksanakan dalam dua tahap dengan melibatkan Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Pertanian sebagai instansi pelaksana. Program ini juga berkoordinasi dengan Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia serta didukung WHO, UNICEF, dan UNFPA.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan kerja sama internasional harus menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam memperkuat pelayanan kesehatan primer.

Menurut Budi, pemerintah perlu memastikan dukungan mitra pembangunan diarahkan pada target yang jelas dan terukur, seperti peningkatan cakupan imunisasi di atas 90 persen, pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis, percepatan penurunan stunting, serta pengendalian faktor risiko penyakit.

"Pemerintah harus menjaga masyarakat agar tetap sehat. Fokus utama harus berada pada layanan primer, baru kemudian layanan rujukan. Saya meminta dukungan agar layanan primer berjalan baik, termasuk memastikan cakupan imunisasi meningkat hingga di atas 90 persen," ujar Budi dikutip dari laman Kemenkes.

Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard mengatakan pembangunan sektor kesehatan menjadi fondasi utama transformasi Indonesia sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045. Menurutnya, keberhasilan program tidak diukur dari besarnya kegiatan, tetapi dari kapasitas yang berhasil dibangun untuk memperkuat sistem kesehatan nasional.

"Program KITA SEHAT bukan sekadar proyek kerja sama. Ini merupakan investasi bersama untuk membangun sistem kesehatan Indonesia yang lebih kuat, tangguh, dan siap menghadapi tantangan masa depan," kata Febrian.

Sementara itu, Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia Gita Kamath menegaskan Australia memandang Indonesia sebagai mitra strategis dalam membangun ketahanan kesehatan kawasan Indo-Pasifik. Ia menyebut kemitraan tersebut melanjutkan kerja sama kedua negara selama lebih dari tiga dekade dalam memperkuat layanan kesehatan primer, imunisasi, pengendalian penyakit, kesehatan ibu dan anak, serta penguatan sistem kesehatan.

Menurut Gita, melalui KITA SEHAT, Australia berkomitmen mendukung penguatan institusi, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, perbaikan sistem pelayanan, dan koordinasi lintas sektor untuk menghadapi ancaman kesehatan di masa mendatang.

Sebagai tahap awal, Program KITA SEHAT akan diimplementasikan secara intensif di tingkat nasional dan di tiga provinsi percontohan, yakni Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Papua Barat Daya. Peluncuran program turut dihadiri Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, dan Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma.

Dalam pelaksanaannya, program akan mengintegrasikan pendekatan berbasis kepemimpinan lokal (locally led), kesetaraan gender, disabilitas, dan inklusi sosial (GEDSI), serta ketahanan iklim sebagai bagian dari upaya mewujudkan target "Kesehatan untuk Semua" menuju Indonesia Emas 2045.

Berita ini telah dibaca 4 kali
Font +
Font -
cross