
LUWUK, RC – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Luwuk membagikan takjil kepada masyarakat sekaligus memperkenalkan produk tata boga hasil pembinaan warga binaan, Sabtu (14/3/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pembinaan keterampilan yang dijalankan selama bulan Ramadan.
Takjil yang dibagikan merupakan hasil olahan langsung dari program pembinaan tata boga yang rutin dilaksanakan di dalam lapas. Beragam menu berbuka puasa, seperti kue tradisional dan minuman, diproduksi oleh warga binaan perempuan dengan pendampingan petugas.
Dilansir dari ditjenpas.go.id, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Luwuk, Muhammad Bahrun, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum berbagi kepada masyarakat, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan hasil pembinaan warga binaan.
Menurut Bahrun, program tata boga dirancang untuk meningkatkan keterampilan sekaligus membangun rasa percaya diri para peserta pembinaan agar memiliki bekal ketika kembali ke masyarakat.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa warga binaan memiliki potensi untuk berkarya dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Program pembinaan tata boga ini juga kami jalankan secara berkelanjutan sebagai bekal keterampilan setelah mereka selesai menjalani masa pidana,” ujar Bahrun.
Pembagian takjil tersebut mendapat respons positif dari masyarakat yang menerima langsung hasil olahan warga binaan.
Salah seorang pengemudi ojek online, Rian, mengaku terbantu dengan pembagian takjil tersebut, terutama bagi masyarakat yang masih berada di jalan saat waktu berbuka puasa.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, mengapresiasi inisiatif Lapas Luwuk yang memadukan kegiatan pembinaan dengan aksi sosial kepada masyarakat.
Ia menilai kegiatan berbagi takjil dari hasil karya warga binaan menunjukkan proses pembinaan di lapas berjalan baik sekaligus menumbuhkan keterampilan dan nilai kepedulian sosial.
Program pembinaan tata boga di Lapas Luwuk direncanakan terus berjalan secara berkelanjutan sebagai upaya meningkatkan keterampilan dan kemandirian warga binaan, sekaligus mempersiapkan mereka agar mampu kembali dan berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.