Lapas Perempuan Palu Gandeng PDGI Sulteng Periksa Kesehatan Gigi dan Mulut Warga Binaan

Terbit : 13 October 2025
Font +
Font -

PALU, RC - Lapas Perempuan Palu dan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Sulawesi Tengah menggelar bakti sosial kesehatan gigi dan mulut yang digelar di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Palu, Sabtu (11/10/2025).

Kepala Lapas Perempuan Palu, Yoesiana menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada PDGI Sulawesi Tengah atas dukungan dan kepeduliannya terhadap Warga Binaan. Ia menegaskan kesehatan merupakan hak semua warga, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pembinaan.

“Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa meskipun berada di balik tembok Lapas, hak Warga Binaan untuk mendapatkan layanan kesehatan tetap menjadi prioritas. Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti di hari ini saja, melainkan menjadi awal dari kolaborasi yang berkelanjutan,” ungkapnya dilansir dari ditjenpas.go.id.

Sementara itu, Ketua PDGI Sulteng, drg. Emma Sukmawati menyampaikan baksos di Lapas Perempuan Palu merupakan komitmen mereka untuk hadir di tengah masyarakat dalam memberikan pelayanan dan edukasi kesehatan gigi.

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut. Kami berkomitmen untuk selalu berkontribusi dalam meningkatkan kesehatan gigi dan mulut bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk Warga Binaan,” tegasnya.

Dalam kegiatan itu, tim dokter PDGI Sulteng memberikan pemeriksaan menyeluruh, penanganan bagi yang mengalami keluhan, dan edukasi agar para Warga Binaan menjaga kebersihan gigi secara mandiri.

Salah seorang Warga Binaan inisial IP menyampaikan rasa syukur atas kesempatan tersebut.

“Saya sangat bersyukur bisa diperiksa langsung oleh dokter gigi. Rasanya senang sekali bisa diperhatikan,” ungkapnya.

Selain pemeriksaan kesehatan gigi Warga Binaan, momen tersebut dimanfaatkan untuk mengajak para tamu undangan menyaksikan langsung hasil karya Warga Binaan dari berbagai program pembinaan kemandirian di Lapas Perempuan Palu.

Antusiasme para tamu tampak jelas di mana banyak di antara mereka yang kagum dengan kreativitas dan kualitas produk, mulai dari anyaman, tas rajut, hingga makanan ringan hasil olahan tangan para Warga Binaan. Bahkan, beberapa tamu langsung membeli produk-produk tersebut sebagai bentuk dukungan dan apresiasi terhadap kerja keras Warga Binaan.

Berita ini telah dibaca 16 kali
Font +
Font -
cross