FOTO/KEMENAG

Matahari Tepat di Atas Kakbah, Menag Ajak Masyarakat Pastikan Arah Kiblat Akurat

Terbit : 14 July 2026
Font +
Font -

JAKARTA, RC – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak umat Islam di seluruh Indonesia memanfaatkan fenomena Matahari berada tepat di atas Kakbah atau Rashdul Qiblat pada 15–16 Juli 2026 untuk memverifikasi kembali ketepatan arah kiblat. Momentum astronomi tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026 yang digagas Kementerian Agama.

Dalam keterangannya di Jakarta, Senin (13/7/2026), Menag menegaskan bahwa menghadap kiblat merupakan bagian penting dalam kesempurnaan ibadah salat. Karena itu, masyarakat diimbau memanfaatkan fenomena tahunan tersebut untuk memastikan arah kiblat secara mudah, praktis, dan presisi.

"Saudara-saudaraku, umat Islam di seluruh Indonesia. Menghadap kiblat adalah bagian penting dalam kesempurnaan ibadah salat kita. Karena itu, Kementerian Agama mengajak seluruh masyarakat untuk ikut serta dalam Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026," ujar Nasaruddin Umar.

Menag menjelaskan, fenomena Matahari tepat berada di atas Kakbah terjadi dua kali setiap tahun. Pada saat itu, sinar Matahari berada di titik zenit Kakbah sehingga bayangan benda yang berdiri tegak lurus di permukaan bumi dapat dijadikan acuan ilmiah untuk menentukan arah kiblat dengan tingkat akurasi yang tinggi.

Tahun ini, fenomena tersebut berlangsung pada Rabu dan Kamis, 15–16 Juli 2026, tepat pukul 16.27 WIB, 17.27 WITA, dan 18.27 WIT. Masyarakat cukup menempatkan tongkat atau benda yang berdiri tegak lurus di area terbuka, kemudian mengamati arah bayangan yang terbentuk. Garis dari ujung bayangan menuju pangkal tongkat menunjukkan arah Kakbah dan dapat digunakan sebagai acuan untuk memeriksa arah kiblat.

"Pada Hari Rabu dan Kamis, 15 dan 16 Juli 2026, tepat pukul 16.27 WIB atau 17.27 WITA, kita akan memanfaatkan momentum saat posisi Matahari berada tepat di atas Kakbah sehingga dapat digunakan untuk memverifikasi arah kiblat secara mudah, praktis, dan presisi," kata Menag.

Melalui Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026, Kementerian Agama mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari takmir masjid dan musala, Kantor Urusan Agama (KUA), madrasah, pondok pesantren, perguruan tinggi, instansi pemerintah, kantor swasta, hotel, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat di lingkungan rumah untuk berpartisipasi melakukan verifikasi arah kiblat secara serentak.

Peserta dapat mendaftarkan lokasi pengukuran melalui portal indonesiaberkiblat.kemenag.dev. Setelah membuat akun dan mengisi data lokasi, peserta dapat mengikuti pengukuran sesuai waktu fenomena di wilayah masing-masing. Portal tersebut juga menyediakan panduan teknis agar masyarakat dapat melakukan pengukuran secara mandiri maupun bersama petugas Kementerian Agama di daerah.

Selain memastikan ketepatan arah kiblat, Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026 juga bertujuan meningkatkan literasi masyarakat mengenai ilmu falak sebagai salah satu instrumen penting dalam pelayanan keagamaan. Program ini diharapkan menjadi sarana edukasi publik sekaligus memperkuat akurasi arah kiblat di berbagai tempat ibadah dan fasilitas umum.

"Mari kita sukseskan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026. Semoga ikhtiar ini menjadi bagian dari upaya kita menyempurnakan kualitas ibadah kepada Allah SWT," tutup Menag.

Berita ini telah dibaca 6 kali
Font +
Font -
cross