FOTO/KEMENAG

Menag Dorong Masjid Jadi Pusat Pemberdayaan Umat, Bukan Sekadar Tempat Ibadah

Terbit : 3 August 2026
Font +
Font -

SURABAYA, RC – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan hanya tempat ibadah. Menurutnya, fungsi masjid perlu diperluas agar mampu memberikan manfaat bagi kehidupan sosial, kemanusiaan, hingga pembangunan bangsa.

Pernyataan itu disampaikan Nasaruddin Umar saat menghadiri kegiatan Bridging to International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 di Masjid Al Akbar Surabaya, Minggu (2/8/2026), yang diikuti sekitar 20.000 jamaah.

"Bukan umat yang memberdayakan masjid, tapi masjid yang memberdayakan umat," kata Nasaruddin dilansir dari laman Kemenag.

Menurut Menag, transformasi fungsi masjid telah mulai diterapkan di Indonesia. Salah satunya melalui pemanfaatan lebih dari 6.000 masjid sebagai posko pelayanan masyarakat selama arus mudik.

Ia menilai langkah tersebut sejalan dengan teladan pada masa Rasulullah SAW, ketika masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat penyelenggaraan berbagai urusan masyarakat dan pemerintahan.

"Kita lihat masjidnya Rasulullah berfungsi sebagai sekretariat negara. Semua persoalan pemerintahan diselesaikan di masjid. Jadi masjid itu adalah rumah besar untuk kemanusiaan," ujarnya.

Nasaruddin mengatakan peran imam masjid juga harus diperkuat. Selain memimpin ibadah, imam diharapkan mampu menggerakkan fungsi sosial masjid sebagai pusat pelayanan, pemberdayaan masyarakat, dan penyebaran nilai-nilai perdamaian.

Menurutnya, semangat tersebut menjadi salah satu tujuan penyelenggaraan International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 yang akan digelar di Jakarta pada September mendatang.

"Kita ingin imam Indonesia bukan hanya menjadi imam yang baik bagi jamaahnya, tetapi juga menjadi duta perdamaian Indonesia yang mampu membawa pengalaman Islam Indonesia ke panggung dunia," katanya.

Konferensi internasional tersebut ditargetkan dihadiri sekitar 400 imam besar dari berbagai negara untuk memperkuat kerja sama dan berbagi pengalaman mengenai pengelolaan masjid serta penguatan peran imam di tingkat global.

Menag menyebut sejumlah tokoh agama dunia diundang menghadiri konferensi tersebut, termasuk Imam Masjidil Haram Sheikh Abdurrahman Al-Sudais, Grand Sheikh Al-Azhar, serta para imam dari Amerika Serikat, Eropa, Jepang, Korea Selatan, dan sejumlah negara lainnya.

Berita ini telah dibaca 6 kali
Font +
Font -
cross