FOTO/KEMENAG

Menag Minta Santri Dalami Makna Al-Qur'an, Bukan Sekadar Menghafal

Terbit : 12 July 2026
Font +
Font -

DEPOK, RC– Menteri Agama Nasaruddin Umar mengingatkan para santri agar tidak berhenti pada kemampuan menghafal Al-Qur'an semata. Santri didorong untuk memahami makna, menghayati nilai-nilai, serta mengamalkan ajaran Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut disampaikan Nasaruddin Umar saat memberikan mauizah hasanah pada Wisuda Akbar Pondok Pesantren Al-Qur'an dan Sains (PPQS) Nurani di Depok, Sabtu (11/7/2026).

"Saya mohon betul, Anda menghafal Al-Qur'an, tetapi jangan berhenti hanya menghafal Al-Qur'an," ujar Menag dikutip dari kemenag.go.id.

Menurut Menag, hafalan merupakan fondasi penting dalam pendidikan Al-Qur'an. Namun, proses pembelajaran harus dilanjutkan dengan memahami arti, menangkap pesan, menghayati nilai, hingga mendalami kandungan ayat-ayat Al-Qur'an.

Ia menegaskan, santri tidak cukup hanya membaca teks yang tampak di permukaan, tetapi juga harus menggali makna yang lebih mendalam agar Al-Qur'an benar-benar menjadi pedoman hidup.

"Jangan hanya membaca lapis-lapis permukaan Al-Qur'an, tetapi dalami lapis-lapis kedalaman makna Al-Qur'an," katanya.

Dalam kesempatan itu, Nasaruddin juga menjelaskan makna perintah iqra' pada lima ayat pertama Surah Al-'Alaq. Menurutnya, membaca dan menuntut ilmu harus dilandasi kesadaran spiritual sebagaimana terkandung dalam kalimat iqra' bismi rabbik.

"Tujuan mempelajari Al-Qur'an itu bukan hanya untuk ilmu, tetapi untuk taqarrub ilaihi, mendekatkan diri kepada Allah," ujarnya.

Menag menilai pendidikan Islam tidak hanya berorientasi pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga pembentukan akhlak, penguatan spiritualitas, serta tanggung jawab dalam mengamalkan ilmu. Pesan tersebut disampaikan melalui dialog interaktif bersama para santri, termasuk mengajak mereka mendiskusikan makna kata iqra' setelah membacakan lima ayat pertama Surah Al-'Alaq.

Menurutnya, kemampuan membaca dan menghafal harus diiringi dengan keberanian bertanya, kemampuan memahami bahasa, serta kesungguhan mendalami kandungan Al-Qur'an.

Selain itu, Menag mengajak para santri untuk terus melanjutkan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi. Ia menegaskan proses belajar tidak boleh berhenti setelah menyelesaikan pendidikan dasar maupun menengah.

"Jangan pernah berhenti membaca dan belajar Al-Qur'an sebab Al-Qur'an itu berlapis-lapis," tegasnya.

Ia berharap lingkungan pesantren terus menjadi ruang yang mendukung santri memperdalam ilmu agama sekaligus berbagai disiplin ilmu yang memperkaya pemahaman terhadap Al-Qur'an.

Di akhir arahannya, Menag mengajak seluruh santri mendoakan kedua orang tua dan para pengasuh pesantren agar diberikan kesehatan, kekuatan fisik, serta rezeki yang cukup sehingga dapat terus mendukung pendidikan anak-anak hingga jenjang tertinggi.

Berita ini telah dibaca 3 kali
Font +
Font -
cross