MoU PLTS Diteken, Pemerintah Fokus Perluas Listrik ke Wilayah Terpencil di Sulteng

Terbit : 9 April 2026
Font +
Font -

JAKARTA, RC — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama sejumlah pihak menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk memperluas akses listrik di wilayah terpencil dan kepulauan, Selasa (7/4/2026).

Kesepakatan yang digelar di Redtop Hotel & Convention Center itu melibatkan PT PLN (Persero) wilayah Sulawesi Tengah, PT Ace Energy Service, serta sejumlah investor sektor energi. Proyek ini ditujukan untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik sekaligus menekan emisi, terutama di daerah dengan akses energi terbatas.

Penandatanganan turut dihadiri perwakilan pemerintah kabupaten, antara lain Tojo Una-Una, Banggai, Banggai Kepulauan, Banggai Laut, Donggala, Morowali, Buol, dan Tolitoli.

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menegaskan investasi di sektor energi menjadi kebutuhan mendesak untuk mendukung transisi menuju energi bersih dan pemerataan listrik.

“Kerja sama ini diharapkan segera direalisasikan agar masyarakat di desa terpencil bisa menikmati listrik,” ujarnya.

Wakil Bupati Tojo Una-Una, Surya Lapasiri, menyebut proyek PLTS menjadi solusi bagi wilayah dengan kondisi geografis kepulauan yang selama ini sulit dijangkau jaringan listrik konvensional.

Program ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperluas akses energi berbasis energi baru terbarukan, sekaligus meningkatkan kualitas layanan listrik di wilayah dengan tingkat keandalan rendah.

Berita ini telah dibaca 4 kali
Font +
Font -
cross