FOTO/KEMENKO PM

Muhaimin Iskandar Dorong Pesantren Jadi Pusat Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Terbit : 23 October 2026
Font +
Font -
RIAU, RC – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar mendorong pesantren tidak hanya menjadi tempat pendidikan agama, tetapi juga pusat pemberdayaan masyarakat untuk memperkuat kemandirian ekonomi umat.

Menurut Muhaimin, pesantren memiliki potensi besar untuk mengembangkan keterampilan santri, melahirkan wirausaha, serta membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat di sekitarnya.

Hal itu disampaikan Muhaimin dalam peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Pondok Pesantren Dar El Hikmah, Pekanbaru, Riau, Kamis (22/10/2026).

“Santri memiliki potensi diri, integritas, dan kesiapan untuk menghadapi segala tantangan yang ada,” ujar Muhaimin.

Ia mengatakan, pesantren memiliki hubungan sosial yang kuat dengan masyarakat. Potensi tersebut dapat dikembangkan untuk mendorong kesejahteraan warga melalui pendidikan, pelatihan keterampilan, kewirausahaan, dan kegiatan ekonomi produktif.

Karena itu, santri diharapkan tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga memiliki pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan zaman. Dengan bekal tersebut, santri dan alumni pesantren dapat ikut mengembangkan usaha serta menggerakkan ekonomi di daerahnya.

“Saya yakin santrilah yang akan memberi solusi dan memberi jawaban atas ikhtiar-ikhtiar kemandirian bangsa, atas ikhtiar-ikhtiar untuk tumbuh menjadi bangsa yang kuat berbasis kekayaan dan berbasis sumber daya yang kita miliki,” katanya.

Muhaimin juga mengajak para santri untuk menjaga persatuan, terus belajar, meningkatkan kemampuan diri, dan menjadi teladan di tengah masyarakat.

Ia menegaskan, peran ulama, kiai, dan pengasuh pesantren sangat penting dalam menyiapkan generasi penerus bangsa.

“Tanpa para ulama, para kiai, para pengasuh pondok pesantren, kita akan kehilangan pemimpin-pemimpin masa depan,” ujarnya.

Untuk memperkuat peran tersebut, Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat mendorong peningkatan kualitas pendidikan pesantren melalui penguatan infrastruktur, sistem pendidikan, dan dukungan sesuai kebutuhan.

Muhaimin berharap pesantren dapat mengembangkan potensi ekonomi lokal dengan melibatkan santri, alumni, pelaku usaha, dan masyarakat sekitar. Kegiatan ekonomi yang tumbuh dari lingkungan pesantren diharapkan mampu membuka peluang kerja dan memperkuat usaha masyarakat.

Dengan demikian, pesantren tidak hanya memberikan manfaat bagi para santri, tetapi juga membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Dalam momentum Hari Santri Nasional 2026, Muhaimin kembali mengingatkan para santri agar disiplin, bersungguh-sungguh menuntut ilmu, dan terus beradaptasi menghadapi perubahan.

“Disiplinlah, bersungguh-sungguhlah, dan teruslah tidak pernah berhenti untuk belajar beradaptasi terhadap tantangan dan perubahan. Bersiap-siaplah kalian kelak yang akan memperbaiki negeri dan dunia,” pungkasnya.

Berita ini telah dibaca 3 kali
Font +
Font -
cross