
PALU, RC – Sebanyak 3.910 peserta mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 tingkat kabupaten/kota yang digelar serentak di 88 titik lokasi di seluruh Sulawesi Tengah pada 7–9 September 2026.
Para peserta merupakan siswa madrasah dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) yang telah lolos verifikasi. Pelaksanaan OMI di Sulteng merupakan bagian dari penyelenggaraan OMI secara serentak di seluruh Indonesia.
Pelaksanaan kompetisi dipantau Subdirektorat Kesiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan.
Kepala Kanwil Kemenag Sulteng Junaidin bersama Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Muh. Syamsu Nursi dan rombongan meninjau pelaksanaan OMI tingkat Kota Palu di MAN 2 Kota Palu, Senin (7/9/2026).
Di lokasi tersebut, sebanyak 477 peserta dari jenjang MI, MTs, dan MA se-Kota Palu mengikuti kompetisi. OMI 2026 mengusung tema “Islam, Sains, dan Ekoteologi: Menumbuhkan Talenta serta Menggerakkan Inovasi Madrasah untuk Indonesia Maju.”
Junaidin mengatakan OMI tidak hanya menjadi ajang untuk memperebutkan medali, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan madrasah dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kualitas madrasah.
“OMI merupakan panggung strategis untuk meneguhkan eksistensi madrasah dan menunjukkan kepada publik bahwa madrasah memiliki kapasitas, kualitas, dan daya saing dalam melahirkan generasi unggul,” kata Junaidin dilansir dari laman Kemenag Sulteng.
Menurut dia, prestasi peserta didik tidak terlepas dari proses pembinaan yang melibatkan siswa, guru, kepala madrasah, orang tua, serta lingkungan pendidikan yang mendukung pengembangan bakat dan kemampuan siswa.
Ia berharap OMI dapat mendorong lahirnya siswa yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, karakter, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan mampu berkompetisi secara sehat.
“Ukuran keberhasilan OMI bukan hanya berapa banyak medali yang diraih, tetapi sejauh mana kompetisi ini mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat budaya akademik, dan meneguhkan posisi madrasah sebagai institusi pendidikan yang unggul,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sulteng Muh. Syamsu Nursi mengatakan OMI berlangsung selama tiga hari berdasarkan jenjang pendidikan. Kompetisi jenjang MA digelar 7 September, MTs pada 8 September, dan MI pada 9 September 2026.
Berdasarkan hasil pemantauan Kanwil Kemenag Sulteng, persiapan pelaksanaan OMI di seluruh kabupaten/kota berjalan baik, termasuk simulasi. Panitia juga memastikan kesiapan perangkat, jaringan internet, dan listrik di setiap lokasi pelaksanaan.
“Kami mengapresiasi kerja keras seluruh panitia dan komite OMI tingkat kabupaten/kota. Semoga seluruh rangkaian berjalan lancar sesuai jadwal dan peserta terbaik dapat melanjutkan perjuangan pada tingkat Provinsi Sulawesi Tengah,” kata Syamsu.
Hasil seleksi tingkat kabupaten/kota dijadwalkan diumumkan pada 12 September 2026. Peserta terbaik selanjutnya akan mewakili daerah masing-masing pada OMI tingkat Provinsi Sulawesi Tengah yang direncanakan berlangsung pada 5–9 Oktober 2026.
Setelah memantau pelaksanaan di Kota Palu, Junaidin dijadwalkan melanjutkan pemantauan ke Kabupaten Sigi dan Donggala. Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan OMI di seluruh wilayah Sulteng berjalan lancar, tertib, dan sesuai ketentuan.