Pemkab Tojo Una-Una Dukung Satgas Pangan 2026, Stabilitas Harga Jadi Fokus

Terbit : 7 February 2026
Font +
Font -

TOUNA, RC – Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una menyatakan dukungan penuh terhadap penguatan pengawasan harga, keamanan, dan mutu pangan melalui Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Tahun 2026.

Komitmen tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Satgas Pangan yang digelar secara daring oleh Badan Pangan Nasional, Rabu (4/2/2026), dan diikuti seluruh pemerintah daerah se-Indonesia. Pemkab Tojo Una-Una diwakili Sekretaris Daerah Alfian Matajeng.

Rapat koordinasi ini bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor dalam pengawasan harga dan distribusi pangan guna melindungi masyarakat dari praktik pelanggaran yang merugikan konsumen.

Sekda Alfian Matajeng menegaskan Pemkab Tojo Una-Una tidak akan mentoleransi pelanggaran di sektor pangan, terutama terkait kenaikan harga yang tidak sesuai ketentuan.

“Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una akan melakukan sapu bersih terhadap pelaku usaha yang menaikkan harga tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegas Alfian dilansir dari tojounauna.go.id.

Ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap komoditas strategis, termasuk LPG 3 kilogram, yang sering mengalami penyimpangan di lapangan.

“Harga eceran tertinggi LPG 3 kilogram sudah jelas dan wajib dipatuhi oleh seluruh pangkalan,” ujarnya.

Alfian menegaskan, penyaluran LPG 3 kilogram harus tepat sasaran dan tidak boleh dialihkan ke pengecer. Ia memastikan sanksi tegas akan diberikan jika ditemukan pelanggaran.

“Jika ditemukan pelanggaran, barang akan kami sita dan tidak dikembalikan. Bahkan dapat dilelang sesuai aturan,” katanya.

Terkait kondisi wilayah kepulauan, pedalaman, dan pegunungan yang memiliki keterbatasan akses distribusi, Sekda meminta agar penyesuaian harga dilakukan secara wajar dan tidak berlebihan.

“Pedagang boleh menyesuaikan harga dengan kondisi akses, tetapi tidak menaikkan harga secara berlebihan di luar kebiasaan,” jelasnya.

Sebagai contoh, ia menyebut harga beras yang sebelumnya berada di kisaran Rp15.000 per kilogram agar tetap dipertahankan demi menjaga daya beli masyarakat.

Rapat koordinasi ini turut dihadiri unsur Polres Tojo Una-Una, Inspektorat Daerah, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perdagangan, serta perangkat daerah terkait dan tim Satgas Pangan.

Melalui koordinasi ini, Pemkab Tojo Una-Una berharap stabilitas harga, keamanan, dan mutu pangan dapat terus terjaga di wilayah daratan, kepulauan, dan pegunungan demi kesejahteraan masyarakat.

Berita ini telah dibaca 3 kali
Font +
Font -
cross