
TOUNA, RC - Para penghulu se-Kabupaten Tojo Una-Una diminta untuk menjaga marwah dan terus kontribusi nyata bagi masyarakat serta memperkuat eksistensi Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) di daerah.
“Ini momentum memperkuat eksistensi APRI di Kabupaten Tojo Una-Una. APRI bukan hanya wadah profesi, tetapi simbol kebersamaan dan komitmen moral para penghulu untuk menjaga marwah jabatan serta memperkuat kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tojo Una-Una, H. Muh. Syahruddin dilansir dari sulteng.kemenag.go.id.
Syahruddin menegaskan bahwa APRI memiliki peran penting dalam mendukung visi dan misi pemerintah daerah, khususnya dalam mewujudkan masyarakat religius, berakhlak mulia, dan berkelanjutan.
“Penghulu bukan sekadar pencatat akad nikah, tetapi juga pembimbing umat, pendidik keluarga sakinah, serta penjaga nilai moral dan moderasi beragama. Karena itu, penghulu harus terus meningkatkan kompetensi dan berinovasi,” ujarnya.
Dirinya juga mendorong para penghulu agar aktif memanfaatkan media digital sebagai sarana dakwah dan edukasi. “Melalui konten edukatif dan inspiratif, penghulu dapat menjadi corong moderasi beragama dan wajah positif Kementerian Agama di ruang publik digital,” tambahnya.
Syahruddin berpesan agar seluruh penghulu memegang teguh lima nilai budaya kerja Kementerian Agama: Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tanggung Jawab, dan Keteladanan.
“Dengan sinergi dan niat tulus, APRI Tojo Una-Una akan menjadi wadah kebanggaan sekaligus mitra strategis Kementerian Agama dalam membumikan moderasi beragama di bumi Tojo Una-Una,” pungkasnya.