
PALU, RC – Ketua Fraksi PKB DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri, mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 sebagai momentum memperkuat komitmen dalam membangun masa depan anak-anak Sulawesi Tengah melalui perlindungan, pendidikan, dan penciptaan lingkungan yang aman.
Mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan", Safri menegaskan bahwa kualitas generasi hari ini akan menentukan arah pembangunan Sulawesi Tengah di masa mendatang.
Karena itu, pembangunan daerah tidak boleh hanya berorientasi pada infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memastikan setiap anak memperoleh hak untuk hidup, tumbuh, belajar, dan berkembang secara optimal.
"Selamat Hari Anak Nasional 2026. Masa depan Sulawesi Tengah berada di tangan anak-anak yang hari ini sedang kita didik dan kita lindungi. Jangan sampai mereka kehilangan kesempatan meraih cita-cita," ujar Safri dalam rilisnya, Kamis (23/7/2026).
Menurut Safri, Sulawesi Tengah yang tengah berkembang membutuhkan sumber daya manusia yang unggul. Hal itu hanya dapat terwujud apabila seluruh anak mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas, layanan kesehatan yang memadai, ruang bermain yang aman, serta perlindungan dari segala bentuk kekerasan, eksploitasi, perundungan, dan diskriminasi.
"Melindungi anak bukan hanya tugas orang tua, tetapi tanggung jawab bersama. Pemerintah, sekolah, tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat penegak hukum, hingga dunia usaha harus memastikan tidak ada anak Sulawesi Tengah yang tumbuh dalam rasa takut atau kehilangan masa depannya," ujarnya.
Safri juga mengingatkan bahwa pesatnya pembangunan daerah harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup anak. Keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari besarnya investasi atau tingginya pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari sejauh mana anak-anak memperoleh pendidikan yang layak, gizi yang baik, layanan kesehatan berkualitas, dan perlindungan sosial yang memadai.
"Anak-anak Sulawesi Tengah harus menjadi pelaku utama pembangunan di masa depan, bukan sekadar penonton di daerahnya sendiri. Karena itu, mereka harus dipersiapkan sejak dini melalui pendidikan yang berkualitas, karakter yang kuat, dan keterampilan yang mampu menjawab tantangan zaman," tegasnya.
Safri menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan dan anggaran yang berpihak pada kepentingan anak. Komitmen itu meliputi penguatan sektor pendidikan dan kesehatan, percepatan penurunan stunting, perlindungan anak dari kekerasan dan eksploitasi, serta pemberdayaan keluarga sebagai fondasi utama pembentukan karakter generasi muda.
Ia berharap Hari Anak Nasional tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, melainkan menjadi pengingat bahwa investasi terbesar bagi Sulawesi Tengah adalah melahirkan generasi yang sehat, cerdas, berakhlak, dan berdaya saing.
"Jika hari ini kita sungguh-sungguh menyayangi dan melindungi anak-anak Sulawesi Tengah, berarti kita sedang membangun fondasi daerah yang lebih maju, adil, dan sejahtera. Tidak ada pembangunan yang lebih penting daripada menyiapkan generasi penerus yang berkualitas," tutup Safri.