Perkuat Kompetensi Guru Madrasah, Kemenag Alokasikan Rp5,7 Triliun untuk PPG

Terbit : 30 July 2026
Font +
Font -

BOGOR, RC – Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan peningkatan kualitas guru madrasah menjadi salah satu prioritas utama dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045. Komitmen tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-18 Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia yang dirangkaikan dengan PGM Award di Gedung Tegar Beriman, Kabupaten Bogor, Rabu (29/7/2026).

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Amien Suyitno, mengatakan madrasah memiliki keunggulan karena mampu mengintegrasikan pendidikan keagamaan dengan ilmu pengetahuan. Menurutnya, model pendidikan tersebut membuat kepercayaan masyarakat terhadap madrasah terus meningkat.

"Di berbagai daerah, ketika sejumlah lembaga pendidikan mengalami penurunan jumlah peserta didik, banyak madrasah justru mengalami peningkatan peminat, bahkan menerapkan waiting list. Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan madrasah terus meningkat," ujar Amien dilansir dari laman Kemenag.

Selain meningkatkan mutu pendidikan, Kementerian Agama juga terus memperjuangkan kesejahteraan guru madrasah. Pemerintah telah mengalokasikan tambahan anggaran sebesar Rp5,7 triliun untuk pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi guru yang lulus sertifikasi pada 2025. Kemenag juga tengah mengusulkan kenaikan insentif guru bersama DPR RI.

Staf Khusus Menteri Agama, Gugun Gumilar, mengatakan tantangan dunia pendidikan saat ini tidak hanya terkait pemerataan akses, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia di tengah perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (artificial intelligence), dan transformasi digital.

Menurutnya, guru madrasah harus memiliki kompetensi yang mampu menjawab tantangan global, mulai dari penguasaan bahasa asing, budaya riset, hingga literasi digital.

"Yang paling penting saat ini adalah meningkatkan kualitas guru. Guru madrasah harus memiliki kemampuan yang mampu menjawab tantangan global," kata Gugun.

Ia menambahkan, Kementerian Agama membuka lebih banyak peluang bagi guru madrasah untuk meningkatkan kompetensi melalui berbagai program internasional. Di antaranya program pengembangan di Mesir bagi guru penghafal Al-Qur'an serta beasiswa ke Inggris melalui kerja sama dengan sejumlah mitra internasional.

"Saya berharap PGM dapat menyiapkan guru-guru terbaiknya. Madrasah harus mampu melahirkan lulusan yang siap bersaing di tingkat dunia," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum PGM Indonesia, Yaya Ropandi, mengatakan organisasi yang dipimpinnya selama 18 tahun terakhir terus memperjuangkan peningkatan kualitas sekaligus kesejahteraan guru madrasah. Dari yang semula hanya memiliki kepengurusan di tiga provinsi, kini PGM telah berkembang menjadi 27 kepengurusan wilayah di Indonesia.

Selain memperkuat kompetensi guru, PGM juga terus mendorong pemerintah daerah memberikan dukungan melalui APBD serta memperjuangkan perubahan regulasi agar guru madrasah swasta memiliki kesempatan yang sama dalam mengikuti seleksi ASN maupun PPPK.

"Kami ingin guru madrasah semakin profesional, semakin sejahtera, dan semakin percaya diri menghadapi tantangan zaman. Perjuangan ini akan terus kami lakukan bersama pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan," kata Yaya.

Peringatan Harlah ke-18 PGM Indonesia juga diisi dengan penyerahan PGM Award kepada individu dan lembaga yang dinilai berkontribusi dalam pengembangan pendidikan madrasah. Kegiatan tersebut menjadi ajang konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, guru, dan pemangku kepentingan untuk membangun pendidikan Islam yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global.

Berita ini telah dibaca 1 kali
Font +
Font -
cross