FOTO/DKIPS KOTA PALU

Perkuat Transaksi hingga Distribusi Barang, BI Digitalisasi Pasar Tavanjuka dan Pelabuhan Pagimana

Terbit : 15 August 2026
Font +
Font -

PALU — Pemerintah Kota Palu bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tengah resmi meluncurkan digitalisasi Pasar Tavanjuka, Kota Palu, dan Pelabuhan Pagimana, Kabupaten Banggai, Jumat (14/8/2026).

Peluncuran yang berlangsung di Atrium Palu Grand Mall tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat transformasi digital sektor perdagangan dan transportasi sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi daerah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tengah, Irfan Sukarna, mengatakan digitalisasi Pasar Tavanjuka dan Pelabuhan Pagimana memiliki keterkaitan dalam mendukung aktivitas perdagangan dan distribusi barang.

Menurutnya, pelabuhan berperan sebagai simpul distribusi, sementara pasar menjadi pusat transaksi masyarakat. Karena itu, digitalisasi pada kedua sektor tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat konektivitas aktivitas ekonomi.

“Hari ini kami melaksanakan launching digitalisasi Pelabuhan Pagimana PT ASDP Kabupaten Banggai, kemudian launching digitalisasi Pasar Tavanjuka Kota Palu,” ujar Irfan dilansir dari laman Pemkot Palu.

Irfan menegaskan, digitalisasi tidak cukup hanya dilakukan pada sistem pembayaran. Kelancaran transaksi harus diikuti ketersediaan barang dan distribusi yang lancar agar aktivitas ekonomi dapat berjalan optimal.

“Kelancaran transaksi dan perdagangan harus didukung oleh ketersediaan pasokan yang memadai,” katanya.

Menurut dia, penguatan sisi penawaran dan permintaan menjadi bagian penting dalam penerapan digitalisasi, terutama untuk menjaga pasokan sekaligus mendukung stabilitas harga.

Irfan menjelaskan, sistem pembayaran merupakan salah satu instrumen penting dalam menggerakkan perekonomian. Sistem pembayaran yang mudah, murah, aman, dan andal akan mempercepat perputaran transaksi serta memberikan kemudahan bagi masyarakat dan pelaku usaha.

“Semakin lancar sistem pembayaran, semakin mudah, murah, aman, dan andal, maka transaksi keuangan di daerah juga akan semakin cepat sehingga manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan oleh berbagai segmen masyarakat,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin turut menyerahkan penghargaan kepada sejumlah pemenang QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026 yang digelar Bank Indonesia.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat yang berpartisipasi dalam program sekaligus memanfaatkan QRIS dalam aktivitas transaksi sehari-hari.

Pemanfaatan QRIS diharapkan semakin meluas, khususnya pada pusat-pusat aktivitas ekonomi seperti pasar dan kawasan perdagangan.

Peluncuran digitalisasi Pasar Tavanjuka dan Pelabuhan Pagimana merupakan hasil kolaborasi Bank Indonesia, pemerintah daerah, perbankan, dan sejumlah pemangku kepentingan.

Digitalisasi tersebut diharapkan tidak hanya mempercepat transaksi, tetapi juga meningkatkan efisiensi perdagangan, memperluas inklusi keuangan, memperkuat distribusi barang, dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tengah Bonny Hardi Putra, General Manager ASDP Regional IV Captain Basri, Manajer Operasional ASDP Cabang Luwuk Johan, perwakilan BRI Luwuk, perwakilan Bank BTN Palu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palu, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Berita ini telah dibaca 6 kali
Font +
Font -
cross