FOTO ISTIMEWA

PMI Siapkan Ratusan Mobil Tangki Layani Daerah Terdampak Kekeringan

Terbit : 3 July 2023
Font +
Font -

Bandar Lampung, RC - Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat, Jusuf Kalla (JK) meminta kesiapan organisasi sosial tersebut dalam menghadapi fenomena alam tahun ini. Menurut JK, ke depan, fenomena alam yang diperkirakan terjadi adalah kekeringan.

"Apa yang nampak dan diperkirakan di depan mata adalah ancaman kekeringan. Kita (PMI) harus siap menghadapi fenomena tersebut," kata Jusuf Kalla saat membuka Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PMI Tahun 2023 di Kota Bandar Lampung, Senin (3/7/2023).

JK juga menyatakan kesiapan menghadapi ancaman kekeringan tersebut. Terkini, JK menyebut, PMI telah menyiapkan ratusan mobil tangki untuk melayani daerah-daerah yang terkena dampak kekeringan.

PMI,Palang,Merah,Indonesia,JK,Jusuf Kalla,Kekeringan,Daerah,Terdampak,Atasi,Kemarau,Ketersediaan,Kesulitan,Air,Bersih,Konsumsi,Makan,Warga,Masyarakat,Dampak,Pabrik,Kantung,Darah,Realisasi,Industri,Unit Daily Dose,UDD,Biaya,Pengganti,Donor

"Kita ada 180 unit dan 150 sementara kita siapkan untuk beroperasi di daerah-daerah yang mengalami kekeringan khususnya air minum," tambah Wakil Presiden RI ke 10 dan 12 tersebut.

Konsen Atasi Ketersediaan Air Bersih

JK menekankan, PMI memang lebih konsen untuk mengatasi kekurangan air bersih sebagai akibat kekeringan. Padahal, kekeringan air menimbulkan dampak yang sangat kompleks. Seperti kesehatan, produktivitas masyarakat, pertanian, dan lainnya.

"Orang boleh tidak makan 3 hari, tapi tidak ada manusia yang bisa bertahan jika tidak minum dalam waktu lama," kata JK lagi.

Olehnya itu, ia mengingatkan seluruh masyarakat di Indonesia untuk bersiap menghadapi kekeringan yang tidak diharapkan terjadi itu.

Pabrik Kantung Darah

Pada kesempatan sama, mantan Ketua Umum Partai Golkar ini memaparkan progres terkini terkait industri pabrik kantung darah di Indonesia. Menurut JK, agenda tersebut sudah direncakan sejak 10 tahun lalu. Namun hingga kini belum terealisasi.

JK menegaskan harus ada upaya keras untuk mewujudkan impian tersebut. Apalagi saat ini, seluruh hampir seluruh persyaratan administrasi sudah ditandatangani.

"Insya Allah dalam waktu 2 tahun yang akan datang kita harus sudah punya industri kerja sama dengan yang lain terkait pabrik industri kantung darah apalagi izin dan lainnya sudah ditandatangani," ujarnya.

PMI Baru Miliki 19 UDD

Namun ia mengingatkan, internal PMI juga harus melakukan pembenahan utamanya terkait Unit Daily Dose (UDD). Pasalnya saat ini, baru 19 UDD milik PMI yang terakreditasi. JK menargetkan, UDD PMI yang harus terakreditasi dalam waktu dekat sebanyak 30 hingga 40 UDD.

"Kita harapkan 30 sampai 40 dari 225 UDD yang akan terakreditasi dalam waktu dekat ini. UDD tersebut harus terakreditasi utamanya dalam hal mutu danm sistemnya," tegas JK.

Kenaikan Biaya Pengganti Donor Darah

JK mengatakan, dengan adanya akreditasi tersebut akan mendapatkan pendapatan yang cukup baik bagi UDD, sebeba mereka akan langsung plasma darah. Sedangkan yang belum terakreditasi belum bisa mendapatkan plasma.

Lebih jauh, JK juga menyampaikan kenaikan biaya pengganti donor darah sebesar 30 persen. Yakni 360 ribu jadi 490 ribu.

"Mudah-mudahan kenaikan ini membuat UDD di daerah lebih luas dalam bekerja dan tidak lagi menimbulkan masalah-masalah lagi," pungkas JK.

Berita ini telah dibaca 22 kali
Font +
Font -
cross