FOTO/BASARNAS PALU

Pos SAR Luwuk Latih Mahasiswa UNTIKA Teknik Water Rescue dan Evakuasi Korban

Terbit : 16 July 2026
Font +
Font -

LUWUK, RC – Pos SAR Luwuk memberikan pelatihan dasar pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR) kepada 24 mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika (UNTIKA) Luwuk di Area Pelabuhan Tilong, Selasa (14/7). Kegiatan yang berlangsung pukul 15.00 hingga 17.45 WITA itu memanfaatkan KN SAR Bhisma 239 sebagai sarana praktik lapangan.

Pelatihan merupakan tindak lanjut atas permohonan Universitas Tompotika Luwuk serta dukungan dari Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu. Mahasiswa dibekali pengetahuan dasar dan keterampilan penanganan kondisi darurat, khususnya operasi pencarian dan pertolongan di wilayah perairan.

Dikutip dari laman Basarnas Palu, materi yang diberikan meliputi Water Rescue (RTRGT), Medical First Responder (MFR) mengenai teknik pemindahan korban, serta praktik langsung penyelamatan di air dan evakuasi korban menggunakan peralatan SAR.

Komandan Pos SAR Luwuk, Liberatus Fangohoi, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya Basarnas meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan masyarakat, terutama kalangan mahasiswa, dalam menghadapi situasi darurat.

"Kami berharap melalui kegiatan ini para mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan dasar pertolongan di air dan pemindahan korban yang dapat diterapkan secara tepat dan aman apabila menghadapi situasi kedaruratan. Sinergi dengan dunia pendidikan menjadi langkah penting dalam membangun budaya sadar keselamatan di masyarakat," ujar Liberatus.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Komandan Pos SAR Luwuk dengan melibatkan tujuh personel Pos SAR Luwuk dan kru KN SAR Bhisma 239. Pelatihan juga dihadiri seorang dosen pembimbing bersama 24 mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UNTIKA Luwuk.

Dalam praktik lapangan, peserta menggunakan berbagai peralatan operasional SAR, di antaranya mobil double cabin, Rigid Inflatable Boat (RIB) KN SAR Bhisma, tandu lipat, alat pelindung diri (APD), serta perlengkapan pendukung lainnya.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman mengenai teknik dasar penyelamatan di air dan penanganan korban, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat di wilayah perairan. Program ini juga menjadi bagian dari upaya Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu memperkuat kolaborasi dengan dunia pendidikan melalui edukasi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pencarian dan pertolongan.

Berita ini telah dibaca 3 kali
Font +
Font -
cross