
PALU, RC — Sebanyak 60 peserta mengikuti SAR Exercise Latihan Kesiapsiagaan H.2 yang digelar Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu untuk meningkatkan kesiapan personel menghadapi operasi pencarian dan pertolongan.
Latihan berlangsung di halaman Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Selasa (1/9/2026), mulai pukul 08.00 WITA hingga selesai.
Dalam latihan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga menjalani simulasi tahapan operasi SAR secara langsung. Simulasi dilakukan untuk menguji kemampuan personel dalam menjalankan tugas secara terstruktur dan terkoordinasi.
Sebanyak lima tim dibentuk dalam kegiatan tersebut. Masing-masing tim menjalankan rangkaian simulasi mulai dari menerima informasi kejadian, menyusun perencanaan dan persiapan operasi, melaksanakan pencarian dan pertolongan, hingga melakukan evaluasi.
Kepala Sub Seksi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Rusmadi, mengatakan latihan menjadi bagian penting untuk memastikan setiap personel memahami alur operasi SAR dan mampu menjalankan tugas sesuai perannya.
“Melalui latihan ini, personel dapat menguji kembali kemampuan dan pemahaman terhadap tahapan operasi SAR. Yang paling penting adalah bagaimana setiap tim mampu berkoordinasi dan menjalankan perannya dengan baik saat menghadapi situasi operasi yang sebenarnya,” ujar Rusmadi dilansir dari laman Basarnas Palu.
Menurutnya, latihan kesiapsiagaan perlu dilakukan secara berkala untuk menjaga kemampuan personel agar tetap siap menghadapi berbagai kondisi operasi.
Selain meningkatkan kemampuan teknis, latihan dan evaluasi juga diperlukan untuk menemukan kekurangan dalam setiap tahapan operasi. Dengan demikian, pelaksanaan pencarian dan pertolongan di lapangan dapat berlangsung lebih efektif, terkoordinasi, serta tetap mengutamakan keselamatan personel dan korban.