FOTO: KEMENDAGRI.GO.ID

Selamat! Mendagri Tito dan Istri Dapat Gelar Adat dari Suku Kajang Ammatoa

Terbit : 15 August 2023
Font +
Font -

Bulukumba, RC - Masyarakat Suku Kajang Ammatoa menggelar prosesi pemberian gelar adat kepada Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian dan istri Tri Tito Karnavian. pemberian gelar adat ini dilakukan langsung oleh para pemangku adat setempat yang berlangsung secara tertutup di Istana Bola Pa'rorongan Adat Kajang di Desa Tana Toa, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Jumat (11/8/2023) lalu.

Dilansir dari laman kemendagri.go.id, mengenakan pakaian hitam yang dibalut Passapu atau ikat kepala dan sarung berwarna hitam, Mendagri menerima gelar adat Amma Puto Tito Daeng Manai' yang bermakna lelaki yang memiliki karier atau kedudukan yang terus menanjak. Sedangkan istrinya, Tri Tito Karnavian memperoleh gelar Jaja Paccing Daeng Mattaning yang bermakna perempuan yang berhati bersih dan berparas manis.

Dukung Pelestarian Adat Istiadat

Terpisah, Loha Lombo atau juru bicara masyarakat Adat Kajang, Abdul Kahar Muslim mengatakan, pihaknya atas nama masyarakat Adat Ammatoa menyambut gembira kedatangan Mendagri. Dirinya juga mengapresiasi kedatangan rombongan yang dinilai menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian adat istiadat masyarakat Kajang Ammatoa.

Menteri Dalam Negeri,Mendagri,Muhammad Tito Karnavian,Gelar Adat,Suku Kajang Ammatoa,Kabupaten Bulukumba,Sulawesi Selatan,Dukung Pelestarian,Adat Istiadat,Warga Kehormatan,Masyarakat Adat,Pakaian Hitam,Sarung Hitam,Mantan Kapolri

"Dengan kedatangan beliau ke Kawasan Adat Ammatoa, itu artinya bahwa kepedulian beliau tentang pelestarian adat istiadat yang tumbuh dan bekembang di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini sangat baik," ujarnya.

Jadi Warga Kehormatan Masyarakat Adat Ammatoa

Kahar menjelaskan, gelar "Puto" merupakan gelar tertinggi masyarakat adat Kajang Ammatoa. Sosok yang diberikan gelar itu kemudian akan menjadi warga kehormatan masyarakat adat Ammatoa. Di samping itu, figur yang mendapatkan gelar tersebut di setiap upacara adat akan didoakan agar mendapatkan kedamaian, kesehatan, dan kesuksesan.

"Nama yang diberikan itu selain sebagai bentuk penghormatan, juga sebagai doa dari pemangku adat kepada pak Mendagri," pungkasnya.

Berita ini telah dibaca 9 kali
Font +
Font -
cross