Tingkatkan Kemandirian, Lapas Perempuan Palu Latih Warga Binaan Menjahit

Terbit : 4 February 2026
Font +
Font -

PALU, RC – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Palu melaksanakan pelatihan kemandirian berupa bimbingan kerja menjahit bagi tiga orang Warga Binaan. Kegiatan tersebut berlangsung di ruang bimbingan kerja Lapas Perempuan Palu, Selasa (3/2/2026).

Pelatihan ini difokuskan pada pembuatan lapisan tas, yang merupakan bagian penting dari produk tas rajutan hasil karya Warga Binaan. Tas rajutan tersebut menjadi salah satu produk unggulan Lapas Perempuan Palu dengan merek “Suka Rajut” yang telah didaftarkan hak mereknya.

Dalam kegiatan tersebut, Warga Binaan mendapatkan pembekalan materi sekaligus praktik langsung terkait teknik pembuatan lapisan tas, mulai dari pengukuran bahan, pemotongan pola, proses menjahit, hingga penyatuan lapisan dengan bagian luar tas rajutan. Pelatihan ini bertujuan menghasilkan produk yang rapi dan berkualitas.

Staf Sub Seksi Pelatihan Lapas Perempuan Palu, Ester Carolina, yang mendampingi kegiatan tersebut menyampaikan bahwa bimbingan kerja menjahit merupakan bagian dari program pelatihan kemandirian untuk membekali Warga Binaan dengan keterampilan bernilai ekonomi. Program ini sekaligus mendukung peningkatan kualitas produk unggulan lapas.

“Pelatihan ini diarahkan untuk memperkuat proses produksi tas rajutan merek Suka Rajut, sehingga Warga Binaan memiliki keterampilan yang lebih menyeluruh dan dapat dimanfaatkan setelah bebas nanti,” ujarnya dilansir dari ditjenpas.go.id.

Salah satu Warga Binaan berinisial DA mengaku bersyukur dapat mengikuti pelatihan tersebut. Menurutnya, pelatihan menjahit memberikan pengalaman baru sekaligus meningkatkan kepercayaan diri.

“Melalui kegiatan ini saya belajar menjahit lapisan tas dengan lebih rapi dan teliti. Ilmu yang diperoleh sangat bermanfaat sebagai bekal untuk bekerja atau membuka usaha setelah kembali ke masyarakat,” kata DA.

Melalui program pelatihan kemandirian ini, Lapas Perempuan Palu berharap Warga Binaan tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga sikap disiplin, tanggung jawab, dan semangat berkarya, sehingga mampu hidup mandiri dan produktif setelah menjalani masa pidana.

Berita ini telah dibaca 10 kali
Font +
Font -
cross