FOTO/HUMAS UIN DATOKARAMA

UIN Datokarama Latih Mahasiswa dari 6 Negara Berbahasa Indonesia, Budaya Sulteng Ikut Dikenalkan

Terbit : 21 August 2026
Font +
Font -

PALU, RC — Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu melatih mahasiswa asing dari enam negara untuk berbahasa Indonesia sebagai bagian dari upaya memudahkan interaksi akademik dan sosial selama mereka menempuh pendidikan strata satu di kampus tersebut.

Enam negara asal mahasiswa itu yakni Somalia, Nigeria, Ethiopia, Yaman, Thailand, dan Filipina. Pelatihan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) berlangsung di Ma’had Aljamiah UIN Datokarama mulai 18 Agustus hingga 10 Oktober 2026.

Program tersebut diselenggarakan Pusat Hubungan Internasional pada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Datokarama bekerja sama dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bahasa dan Program BIPA Provinsi Sulawesi Tengah.

Kepala Pusat Hubungan Internasional UIN Datokarama, Darlis, mengatakan pelatihan tidak hanya berfokus pada kemampuan berbahasa Indonesia, tetapi juga memperkenalkan budaya Sulawesi Tengah kepada mahasiswa mancanegara.

“Dalam pelatihan ini para mahasiswa tidak hanya diasah keterampilannya berbahasa Indonesia, melainkan juga dikenalkan tentang budaya Sulawesi Tengah,” ujar Darlis dilansir dari laman UIN Datokarama.

Menurut dia, pelatihan melibatkan dosen UIN Datokarama serta tim BIPA Provinsi Sulawesi Tengah. Tim BIPA akan memberikan materi pengenalan budaya secara langsung kepada para mahasiswa internasional.

Sementara itu, Rektor UIN Datokarama, Lukman Thahir, mengatakan program BIPA menjadi bagian dari komitmen kampus dalam mempercepat internasionalisasi perguruan tinggi.

Ia menilai kemampuan Bahasa Indonesia penting bagi mahasiswa asing, bukan hanya untuk mendukung proses pembelajaran, tetapi juga membangun interaksi dengan lingkungan sosial dan budaya di Indonesia.

“Bahasa adalah jembatan utama interaksi akademik dan budaya. Kami ingin memastikan seluruh mahasiswa internasional merasa nyaman dan dapat berprestasi maksimal selama menempuh studi di UIN Datokarama,” kata Lukman.

Lukman menyebut kehadiran mahasiswa dari enam negara tersebut menjadi indikator meningkatnya kepercayaan internasional terhadap UIN Datokarama.

Menurutnya, penguasaan Bahasa Indonesia sekaligus pengenalan budaya Indonesia diharapkan dapat membentuk mahasiswa internasional sebagai bagian dari diplomasi budaya setelah mereka kembali ke negara masing-masing.

“Kehadiran mahasiswa dari enam negara ini adalah bukti kepercayaan global terhadap UIN Datokarama. Melalui pelatihan Bahasa Indonesia, kami ingin membekali mereka agar tidak hanya sukses secara akademik, tetapi juga menjadi duta budaya Indonesia saat kembali ke negara asal mereka kelak,” ujarnya.

Program BIPA tersebut diharapkan memperkuat kemampuan komunikasi mahasiswa internasional sekaligus memperluas peran UIN Datokarama dalam membangun jejaring pendidikan dan diplomasi budaya Indonesia di tingkat global.

Berita ini telah dibaca 6 kali
Font +
Font -
cross