
PALU, RC – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Profesor Lukman Thahir, menegaskan mahasiswa non-Muslim memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk menempuh pendidikan serta meraih masa depan di perguruan tinggi tersebut.
“UIN Datokarama berkomitmen menyediakan ruang belajar yang inklusif, aman, dan setara bagi seluruh anak bangsa tanpa memandang latar belakang agama,” kata Lukman Thahir dilansir dari laman UIN Datokarama, Minggu (23/8/2026).
Pernyataan itu disampaikan menyusul adanya tujuh mahasiswa baru non-Muslim yang terdaftar sebagai mahasiswa UIN Datokarama dan kini mengikuti Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun Akademik 2026/2027.
Ketujuh mahasiswa tersebut mengikuti seluruh rangkaian PBAK bersama mahasiswa lainnya yang berasal dari latar belakang agama dan budaya yang beragam. Kehadiran mereka disebut menjadi bagian dari upaya kampus memperkuat praktik moderasi beragama dan toleransi di lingkungan perguruan tinggi.
Lukman menegaskan UIN Datokarama terbuka bagi seluruh umat beragama yang ingin menempuh pendidikan di kampus tersebut. Menurut dia, status sebagai perguruan tinggi Islam negeri tidak menjadi alasan untuk membedakan hak mahasiswa berdasarkan agama.
“Sebagai kampus moderasi beragama, kehadiran mahasiswa non-Muslim merupakan langkah progresif dalam merawat toleransi dan kebinekaan di lingkungan perguruan tinggi,” ujarnya.
Ia mengatakan UIN Datokarama secara terbuka menerima mahasiswa non-Muslim dan menjamin tidak ada perbedaan perlakuan dalam proses pendidikan maupun kehidupan kemahasiswaan.
“Kehadiran mereka di UIN Datokarama bukan sekadar pelengkap, tetapi bukti nyata bahwa inklusivitas dan moderasi beragama hidup dan bertumbuh di kampus ini. Kami memanusiakan manusia, membina potensi tanpa sekat ajaran agama,” katanya.
Lukman menjelaskan, mahasiswa non-Muslim juga memiliki hak akademik dan nonakademik sesuai regulasi kampus. Hak tersebut antara lain memperoleh beasiswa, memanfaatkan fasilitas penunjang pembelajaran, serta mengembangkan bakat dan minat melalui organisasi kemahasiswaan.
Menurut dia, kehadiran tujuh mahasiswa baru non-Muslim dalam PBAK 2026/2027 menjadi momentum untuk mengikis stigma mengenai eksklusivitas perguruan tinggi keagamaan negeri.
“UIN Datokarama tidak hanya mencetak lulusan berintelektual tinggi, tetapi juga melahirkan generasi muda yang berpikiran terbuka, memiliki empati, dan siap menjadi pelopor perdamaian di tengah masyarakat plural Indonesia,” ujar Lukman.
Kehadiran mahasiswa dari latar belakang agama berbeda tersebut sekaligus menunjukkan bahwa lingkungan akademik UIN Datokarama diarahkan menjadi ruang pendidikan yang mengedepankan kesetaraan, toleransi, dan penghargaan terhadap keberagaman.