FOTO/KEMENDUKBANGGA SULTENG

Usia Bukan Penghalang, BKKBN Sulteng Bekali Lansia Palu Keterampilan Merajut

Terbit : 5 September 2026
Font +
Font -

PALU, RC — Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah mendorong lanjut usia (lansia) tetap produktif melalui pelatihan pembuatan kerajinan dengan teknik rajut bagi siswa Sekolah Lansia Maroso, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu.

Pelatihan bertajuk Tailor Made Training (TMT) Batch 2 tersebut diikuti 30 siswa Sekolah Lansia Maroso dan berlangsung selama 10 hari, mulai 31 Agustus hingga 11 September 2026.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi BKKBN Sulteng dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Makassar serta mendapat pendampingan dari Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (SPPVP) Palu.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah yang diwakili Ketua Tim Kerja Pembangunan Keluarga, dr. Rosalia S. Palinggi, M.K.M., mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari Program SIDAYA, khususnya pengembangan Lansia Entrepreneur.

Menurut Rosalia, program tersebut bertujuan membuka ruang bagi lansia untuk mengembangkan potensi dan keterampilan sehingga dapat melakukan aktivitas produktif yang memiliki nilai ekonomi.

“Usia lanjut bukan akhir dari produktivitas. Justru di usia lanjut, kita memiliki pengalaman yang panjang, jaringan sosial, ketekunan, serta berbagai keterampilan yang dapat menjadi kekuatan untuk terus berkarya,” ujarnya dilansir dari laman Kemendukbangga Sulteng.

Selain mendapatkan keterampilan membuat kerajinan dengan teknik rajut, peserta juga berkesempatan mengikuti ujian kompetensi. Peserta yang memenuhi persyaratan dapat memperoleh sertifikasi sebagai bentuk pengakuan terhadap kompetensi yang dimiliki.

Sertifikasi tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para lansia untuk terus mengembangkan keterampilan dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi keluarga maupun masyarakat.

Pelatihan juga menjadi bagian dari upaya mendorong terwujudnya lansia yang sehat, mandiri, produktif dan berdaya.

Melalui kegiatan tersebut, BKKBN Sulteng menilai lansia tetap memiliki ruang untuk mengembangkan potensi sekaligus berkontribusi dalam kehidupan keluarga, masyarakat dan pembangunan.

Berita ini telah dibaca 4 kali
Font +
Font -
cross