FOTO/DKIPS KOTA PALU

Wali Kota Palu Dukung Riset ITB-Untad Perkuat Pasar Tenun Khas Sulawesi Tengah

Terbit : 8 July 2026
Font +
Font -

PALU, RC Pemerintah Kota Palu menyatakan dukungan terhadap riset penguatan pasar tenun khas Sulawesi Tengah yang akan dilaksanakan oleh Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Universitas Tadulako (Untad). Dukungan tersebut disampaikan Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, saat menerima audiensi tim peneliti di Rumah Jabatan Wali Kota Palu, Rabu (8/7/2026).

Riset tersebut difokuskan pada pengembangan strategi pemasaran tenun Palu dan tenun Donggala guna memperkuat pelestarian warisan budaya sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Wali Kota Hadianto Rasyid menyambut baik kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah tersebut. Menurutnya, penelitian yang berorientasi pada pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi masyarakat merupakan langkah strategis yang perlu mendapat dukungan.

Pemkot Palu, kata Hadianto, siap memfasilitasi kebutuhan data penelitian serta memperkuat koordinasi dengan organisasi perangkat daerah dan pemangku kepentingan terkait pengembangan industri tenun daerah.

Ketua Riset PPMI SBM ITB, Santi Novani, menjelaskan bahwa penelitian merupakan hasil kolaborasi antara SBM ITB dan Universitas Tadulako yang berfokus pada penguatan pasar produk tenun lokal.

Menurutnya, Kota Palu dipilih sebagai lokasi penelitian karena memiliki kekayaan budaya berupa tenun tradisional yang bernilai historis sekaligus memiliki potensi ekonomi yang besar.

“Saat ini kami berkolaborasi dengan Universitas Tadulako dalam melakukan riset penguatan pasar tenun di Kota Palu dan berharap mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Palu,” ujar Santi dikutip dari palukota.go.id.

Dalam penelitian tersebut, tim peneliti juga mengembangkan platform digital bernama Sadulur yang dirancang untuk membantu pelaku UMKM tenun memperluas akses pasar sekaligus menjadi pusat dokumentasi motif-motif tenun khas Sulawesi Tengah.

Melalui platform tersebut, berbagai motif tenun seperti Ubi, Kelor, Bomba, dan motif khas lainnya akan didokumentasikan secara digital untuk mendukung upaya pelestarian budaya dan promosi produk tenun daerah.

Santi mengapresiasi respons positif yang diberikan Wali Kota Palu. Menurutnya, dukungan yang diberikan tidak hanya terkait pelaksanaan penelitian, tetapi juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara kalangan akademisi dan pemerintah daerah.

“Kami sangat senang karena Pak Wali memberikan respons yang sangat positif. Beliau siap mendukung melalui data yang dibutuhkan maupun menghubungkan kami dengan stakeholder terkait,” katanya.

Kolaborasi antara Pemkot Palu, SBM ITB, Universitas Tadulako, dan pelaku UMKM diharapkan dapat memperkuat posisi tenun Palu dan tenun Donggala sebagai produk unggulan daerah yang mampu menjaga identitas budaya Sulawesi Tengah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Berita ini telah dibaca 2 kali
Font +
Font -
cross