FOTO/DKIPS KOTA PALU

Wali Kota Palu Paparkan Strategi Investasi Hijau di Forum BPKP Sulteng

Terbit : 10 July 2026
Font +
Font -

PALU, RC – Wali Kota Palu H. Hadianto Rasyid menjadi narasumber dalam Talk Show Library Cafe yang digelar Kantor BPKP Provinsi Sulawesi Tengah di Aula BPKP Sulteng, Kamis (9/7/2026). Dalam forum bertema "Mengakselerasi Investasi Hijau Menuju Kota Tangguh, Bersih, Berkelanjutan, dan Berdaya Saing" itu, Hadianto menegaskan pembangunan Kota Palu harus berpedoman pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sebagai dasar menciptakan kota yang aman, tertata, dan berkelanjutan.

Hadianto mengatakan kepatuhan terhadap tata ruang menjadi fondasi utama dalam membangun kota yang tangguh, terutama mengingat Palu memiliki kawasan yang rawan bencana. Karena itu, Pemerintah Kota Palu menempatkan mitigasi risiko sebagai salah satu prioritas pembangunan.

"Kota yang tangguh adalah kota yang mampu beradaptasi dengan kondisinya. Titik-titik yang memiliki potensi kerawanan bencana menjadi perhatian utama kami. Pemerintah Kota Palu sangat tegas terhadap hal tersebut, sekaligus terus memberikan pelayanan yang optimal dan membuka ruang komunikasi seluas-luasnya kepada masyarakat maupun para pemangku kepentingan," kata Hadianto dikutip dari palukota.go.id.

Selain ketangguhan terhadap bencana, Hadianto menekankan pentingnya menjaga kebersihan sebagai identitas sekaligus daya tarik Kota Palu. Menurutnya, kebersihan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat.

Ia menyebut kota yang bersih mencerminkan tata kelola yang baik, disiplin, dan memiliki arah pembangunan yang jelas sehingga mampu meningkatkan kenyamanan masyarakat maupun kepercayaan investor.

"Kalau kota ini bersih, berarti kota ini hidup, menyenangkan, dan memberikan gambaran bahwa ada prospek yang sangat jelas. Kota yang bersih menunjukkan kota yang tertib, disiplin, dan memiliki arah yang jelas," ujarnya.

Hadianto menambahkan, budaya tertib, bersih, dan teratur akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan investor, baik pelaku UMKM maupun investor berskala besar, sebelum menanamkan modal di suatu daerah.

"Ketika kota ini mampu membangun budaya tertib dan teratur, maka kota ini akan menjadi sebuah prospek. Doktrin itulah yang kami bangun di Pemerintah Kota Palu, dan kami memastikan hal ini terus berjalan secara berkelanjutan," tegasnya.

Talk Show Library Cafe BPKP Sulteng menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan untuk berbagi gagasan mengenai pembangunan daerah yang berorientasi pada keberlanjutan. Melalui forum tersebut, Pemerintah Kota Palu kembali menegaskan komitmennya mewujudkan pembangunan yang mengedepankan ketangguhan terhadap bencana, pelestarian lingkungan, tata kelola perkotaan yang baik, serta iklim investasi yang sehat guna meningkatkan daya saing daerah.

Berita ini telah dibaca 2 kali
Font +
Font -
cross