
PALU, RC — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Palu bersama Direktorat Pengawasan Peredaran Pangan memperkuat pengawasan keamanan pangan olahan yang beredar di Sulawesi Tengah.
Pengawasan dilakukan melalui monitoring dan evaluasi, termasuk pemeriksaan sarana distribusi pangan olahan serta pengambilan sampel produk di sejumlah sarana distribusi pangan di Kota Palu.
Dilansir dari laman BBPOM Palu, pemeriksaan difokuskan pada penerapan Cara Peredaran Pangan Olahan yang Baik (CPerPOB). Aspek yang diperiksa meliputi kebersihan sarana, penyimpanan produk hingga kemampuan pelaku usaha dalam melakukan penelusuran produk.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pangan olahan yang beredar memenuhi ketentuan keamanan dan mutu serta mengantisipasi potensi risiko yang dapat merugikan konsumen.
Selain pemeriksaan sarana, petugas juga melakukan sampling terhadap sejumlah produk pangan olahan. Sampel tersebut menjadi bagian dari pengawasan rutin untuk memastikan produk yang beredar di masyarakat memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.
Pengawasan dilakukan dengan melihat rantai peredaran pangan secara lebih menyeluruh, tidak hanya pada produk yang telah sampai ke konsumen.
BBPOM Palu dan Direktorat Pengawasan Peredaran Pangan juga mendorong pembinaan kepada pelaku usaha agar penerapan keamanan pangan dalam proses distribusi dapat dilakukan secara konsisten.
Sinergi antara pengawasan, pemeriksaan sarana, sampling dan pembinaan diharapkan dapat memperkuat sistem pengawasan pangan berbasis risiko sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat.
Dengan pengawasan yang lebih terkoordinasi, pangan olahan yang beredar di Sulawesi Tengah diharapkan tetap aman, bermutu dan layak dikonsumsi.