FOTO/KEMENDUKBANGGA SULTENG

Turun ke Poso, BKKBN Sulteng Soroti Akurasi Data Kontrasepsi

Terbit : 27 October 2026
Font +
Font -

POSO, RC – Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah, Nuryamin, meminta fasilitas kesehatan tetap mencatat penggunaan alat dan obat kontrasepsi (Alkon) meski terkendala pemadaman listrik. Jika aplikasi Sistem Informasi Rantai Pasok Alat dan Obat Kontrasepsi (SIRIKA) tidak dapat diakses, petugas diminta melakukan pencatatan secara manual agar tidak ada data yang terlewat.

Hal tersebut disampaikan Nuryamin saat mengunjungi tiga fasilitas kesehatan di wilayah Tentena, Kabupaten Poso, Jumat (16/10/2026). Kunjungan dilakukan untuk memastikan pencatatan penggunaan, ketersediaan, dan pelaporan alat kontrasepsi melalui SIRIKA sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.

Tiga fasilitas kesehatan yang dikunjungi yakni Puskesmas Tonusu, Puskesmas Tentena, dan RS GKST Sinar Kasih Tentena. Dalam kunjungan tersebut, Nuryamin berkoordinasi dengan pengelola fasilitas kesehatan untuk mengetahui pelaksanaan pencatatan dan pelaporan serta kendala yang dihadapi petugas.

“Pelaporan penggunaan Alkon melalui aplikasi SIRIKA harus sesuai dengan kondisi yang sebenarnya di lapangan. Data yang dilaporkan harus menggambarkan penggunaan dan ketersediaan Alkon secara akurat agar perencanaan kebutuhan ke depan bisa lebih tepat,” ujar Nuryamin dalam keterangannya.

Ia menegaskan, kendala teknis seperti pemadaman listrik tidak boleh menyebabkan pencatatan penggunaan alat kontrasepsi terabaikan. Petugas dapat mencatat penggunaan secara manual terlebih dahulu, kemudian memasukkan data ke aplikasi setelah listrik kembali menyala dan sistem dapat diakses.

“Kalau SIRIKA belum bisa diakses, penggunaan Alkon dicatat secara manual terlebih dahulu. Nanti, setelah listrik kembali menyala dan aplikasi sudah bisa diakses, data tersebut baru dilaporkan melalui SIRIKA. Yang penting, pencatatannya tetap dilakukan agar tidak ada data penggunaan yang terlewat,” tegasnya.

Saat mengunjungi Puskesmas Tonusu, Nuryamin berkoordinasi dengan Kepala Puskesmas Tonusu, Aderina Perabu. Dalam pertemuan tersebut, dibahas pelaksanaan pencatatan, pelaporan penggunaan alat kontrasepsi, serta kondisi pengelolaannya. Pihak puskesmas menyampaikan bahwa hingga saat ini tidak ada kendala berarti dalam pengelolaan Alkon.

Hal serupa disampaikan dalam kunjungan ke Puskesmas Tentena. Bersama Kepala Puskesmas Tentena, Widya Brahmana, Nuryamin membahas pentingnya menjaga ketepatan pencatatan dan pelaporan agar data yang masuk ke SIRIKA sesuai dengan kondisi aktual. Puskesmas Tentena juga melaporkan tidak adanya kendala berarti dalam pengelolaan alat kontrasepsi.

Sementara itu, dalam kunjungan ke RS GKST Sinar Kasih Tentena, Nuryamin berdiskusi dengan Kepala Bidang Pelayanan Medis, dr. Samsudin Mahmud, mengenai tata kelola dan pelaporan alat kontrasepsi.

Dalam pertemuan tersebut, pihak rumah sakit turut memberikan masukan terkait perlengkapan dalam paket IUD Kit, yakni perangkat yang digunakan dalam pelayanan kontrasepsi menggunakan alat kontrasepsi dalam rahim (IUD).

“Kalau bisa, gunting atau penjepit yang ada dalam paket IUD Kit menggunakan ujung yang melengkung, supaya lebih mudah saat menarik benang pada proses pencabutan IUD,” ungkap dr. Samsudin.

Masukan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk menyesuaikan perlengkapan pelayanan keluarga berencana dengan kebutuhan tenaga kesehatan di lapangan. Peralatan yang sesuai diharapkan dapat membantu kelancaran pelayanan kontrasepsi kepada masyarakat.

Melalui kunjungan tersebut, Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah mendorong fasilitas kesehatan menjaga ketertiban pencatatan dan ketepatan pelaporan penggunaan serta ketersediaan alat kontrasepsi. Data yang akurat diperlukan untuk menghitung kebutuhan dan merencanakan pengadaan, sehingga ketersediaan alat kontrasepsi dapat terjaga dan pelayanan keluarga berencana tetap berjalan optimal.

Berita ini telah dibaca 0 kali
Font +
Font -
cross