FOTO/KEMENKO PM

Kelas Menengah Tertekan, Pemerintah Siapkan Jurus Dongkrak Ekonomi

Terbit : 10 October 2026
Font +
Font -

JAKARTA, RC – Pemerintah menyiapkan strategi untuk mendorong kelas menengah yang mengalami tekanan ekonomi agar kembali meningkatkan pendapatan dan tidak turun ke kelompok rentan. Upaya ini dilakukan melalui penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pengembangan ekonomi kreatif, akses pembiayaan, pelatihan keterampilan, serta perluasan pasar.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), A. Muhaimin Iskandar, mengatakan penguatan kelas menengah menjadi salah satu agenda penting pemberdayaan masyarakat. Pemerintah tidak hanya ingin menjaga kelompok tersebut agar tidak mengalami penurunan ekonomi, tetapi juga membuka peluang agar mereka dapat mengembangkan usaha dan meningkatkan taraf hidup.

“Ini yang menjadi agenda pokok kita, bagaimana kelas menengah yang turun ini bisa kita dongkrak kembali. Jangan sampai yang sudah naik kemudian turun lagi. Kita harus menjaga agar mereka tetap bertahan dan terus naik,” ujar Muhaimin dalam keterangannya, Kamis (8/10/2026).

Rapat tersebut dihadiri Menteri UMKM, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, serta perwakilan badan usaha milik negara (BUMN).

Muhaimin menjelaskan, upaya memperkuat kelas menengah membutuhkan langkah yang lebih luas daripada sekadar memberikan perlindungan sosial. Pemerintah perlu memastikan masyarakat memiliki akses terhadap pekerjaan produktif, pembiayaan, keterampilan, dan pasar agar pendapatan mereka meningkat secara berkelanjutan.

Salah satu langkah yang didorong adalah memperkuat UMKM dan ekonomi kreatif melalui insentif serta pendampingan usaha. Dukungan tersebut diharapkan membantu pelaku usaha meningkatkan produksi, memperluas pasar, dan mengembangkan skala bisnis.

Pemerintah juga mendorong BUMN berperan dalam memperkuat ekosistem usaha melalui kemitraan, pembukaan akses pasar, dan penguatan rantai pasok. Dengan dukungan tersebut, UMKM diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dan meningkatkan pendapatan.

Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menyampaikan bahwa pemerintah sedang menjalankan program LASMI untuk mendampingi masyarakat penerima bantuan sosial agar dapat beralih menjadi pelaku usaha mandiri.

Program tersebut telah diuji coba kepada sekitar 1.700 orang dan berpotensi diperluas hingga sekitar 100 ribu penerima manfaat.

Pendampingan mencakup akses pembiayaan, perubahan pola pikir, peningkatan keterampilan, sertifikasi, pengembangan produk, pemasaran, hingga pembentukan kemitraan usaha. Langkah ini bertujuan agar penerima manfaat tidak hanya memperoleh modal, tetapi juga mampu mengelola dan mengembangkan usahanya.

Selain UMKM, pemerintah mendorong sektor ekonomi kreatif menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi. Sektor ini dinilai dapat membuka lapangan kerja, menciptakan produk baru, memperluas pasar, dan meningkatkan peluang usaha bagi masyarakat.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif menyampaikan bahwa program Desa Kreatif, Kreatif Hub, dan Kreatif by Indonesia diarahkan untuk menghasilkan dampak ekonomi yang terukur. Dampak tersebut antara lain berupa peningkatan omzet, penciptaan lapangan kerja, pengembangan produk, dan perluasan akses pasar.

Muhaimin menegaskan, seluruh program lintas kementerian, BUMN, dan pelaku usaha perlu disinergikan agar dukungan pemerintah memberikan hasil nyata bagi masyarakat.

“Yang kita bangun adalah satu tangga. Yang miskin kita bantu naik, yang rentan kita dorong agar tidak jatuh, dan kelas menengah kita dongkrak supaya tidak turun dan bisa naik lagi. Semua harus bergerak naik secara bersama-sama,” kata Muhaimin.

Menurutnya, keberhasilan strategi tersebut harus diukur dari peningkatan pendapatan, pertumbuhan usaha, bertambahnya lapangan kerja, dan meningkatnya produktivitas masyarakat. Dengan dukungan yang tepat, kelas menengah diharapkan mampu memperkuat kondisi ekonominya sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Berita ini telah dibaca 5 kali
Font +
Font -
cross