
TOLITOLI, RC – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tolitoli menyalurkan 10 paket bantuan sosial (bansos) kepada warga binaan yang kurang mampu, Selasa (27/10/2026). Bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan sehari-hari warga binaan sekaligus mendukung proses pembinaan yang lebih humanis.
Bantuan tersebut diserahkan di lingkungan Lapas Tolitoli kepada warga binaan yang aktif membantu kegiatan di masjid dan gereja lapas, atau dikenal sebagai tamping. Setiap paket berisi kebutuhan sehari-hari, seperti susu, mi instan, perlengkapan mandi, sabun cuci pakaian, dan kopi siap seduh.
Kepala Lapas Tolitoli, Mansur Yunus Gafur, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian jajaran lapas terhadap warga binaan, khususnya mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi.
“Bansos ini bukan hanya tentang pemberian kebutuhan sehari-hari, tetapi juga perhatian dan kepedulian kami kepada warga binaan. Kami ingin mereka merasakan bahwa meskipun sedang menjalani masa pembinaan, mereka tetap mendapatkan perhatian, penghargaan, dan kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.
Kepala Seksi Pembinaan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja Lapas Tolitoli, I Putu Arta Wibawa, mengatakan bantuan sosial tersebut juga diharapkan menjadi dorongan bagi warga binaan untuk mengikuti program pembinaan dengan baik.
Ia berharap perhatian yang diberikan dapat memotivasi warga binaan untuk menjaga kedisiplinan, mempererat kerukunan, dan aktif mengikuti berbagai kegiatan pembinaan yang tersedia di lapas.
Salah satu warga binaan, Ahyar, menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Menurutnya, bantuan tersebut membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus menjadi penyemangat untuk menjalani pembinaan.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan agar warga binaan semakin termotivasi memperbaiki diri selama menjalani masa hukuman.
Melalui kegiatan ini, Lapas Tolitoli berupaya memperkuat pendekatan pembinaan yang mengedepankan nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial tanpa membedakan agama maupun kondisi ekonomi.
Lapas Tolitoli berharap warga binaan dapat menjalani pembinaan secara positif, meningkatkan rasa tanggung jawab, serta mempersiapkan diri untuk kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih mandiri dan produktif.