43 Masjid di Sulteng Disiapkan Jadi Tempat Istirahat Pemudik Lebaran

Terbit : 12 March 2026
Font +
Font -

PALU, RC — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah meluncurkan Program Masjid Ramah Pemudik (MRP) 2026 yang dipusatkan di Masjid Uswatun Hasanah, Kelurahan Talise, Palu, Rabu (11/3/2026).

Program tersebut merupakan bagian dari kebijakan nasional Kementerian Agama Republik Indonesia dalam menyambut bulan suci Ramadan dan arus mudik Lebaran.

Ketua Tim Kemasjidan Bimas Islam Kanwil Kemenag Sulteng, Taufik Abd Azis, mengatakan sebanyak 43 masjid di seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Tengah telah disiapkan untuk memberikan pelayanan kepada para pemudik.

“Kami telah menginstruksikan seluruh Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota untuk melaksanakan program ini. Sebanyak 43 masjid di Sulteng siap menjadi masjid ramah pemudik,” ujar Taufik dilansir dari sulteng.kemenag.go.id.

Menurutnya, masjid-masjid yang ditunjuk akan membuka layanan selama 24 jam bagi pemudik selama masa arus mudik Lebaran 2026. Fasilitas yang disediakan antara lain area parkir, tempat istirahat di dalam area masjid, serta konsumsi berupa minuman dan makanan ringan.

Taufik menjelaskan, sebelum peluncuran program tersebut, pihaknya telah meminta data dari seluruh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) dan Kantor Kemenag kabupaten/kota yang kemudian berkoordinasi dengan pengurus masjid di wilayah masing-masing.

Adapun sebaran 43 masjid ramah pemudik di Sulawesi Tengah meliputi Kota Palu satu masjid, Kabupaten Poso enam masjid, Kabupaten Banggai enam masjid, Kabupaten Donggala enam masjid, Kabupaten Tojo Una-Una lima masjid, Kabupaten Parigi Moutong lima masjid, Kabupaten Tolitoli lima masjid, Kabupaten Morowali Utara tiga masjid, Kabupaten Buol tiga masjid, Kabupaten Banggai Kepulauan dua masjid, serta Kabupaten Sigi dua masjid.

Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala Kanwil Kemenag Sulteng, Warsana, mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung program tersebut.

Menurut Warsana, program pelayanan bagi pemudik tidak hanya melibatkan masjid, tetapi juga rumah ibadah lainnya yang turut menyediakan tempat istirahat bagi para pemudik.

“Kami juga berkoordinasi dengan rumah ibadah lain, termasuk gereja, untuk menyediakan tempat singgah atau rest area bagi para pemudik,” katanya.

Kemenag Sulteng berharap program Masjid Ramah Pemudik dapat membantu para pemudik yang membutuhkan tempat beristirahat selama perjalanan mudik sekaligus menjadikan rumah ibadah sebagai tempat singgah yang aman dan nyaman.

Berita ini telah dibaca 6 kali
Font +
Font -
cross